beta day

Kegagalan ini bukanlah yang pertama. Mestinya saya tahu bagaimana rasanya dan bisa mengantisipasi kekecewaan. Tapi apa mungkin waktu memang bisa menyembuhkan luka hingga saya lupa?

Senin malam saya berbincang dengan suami. Saya katakan kepadanya kalau 13 Juni lalu sayalah yang membawa kabar gembira mengenai berhasilnya doi masuk program penerimaan PPDS Obgyn. Sekarang gantian. “Besok, aku ingin kamu yang membawa berita bahagia untukku!” kata saya.

Just in case programnya tidak berhasil, saya ingin bersiap-siap. “Kira-kira, apa yang akan kamu katakan kepadaku kalo programnya gagal, Say?” Suami menjawab, “Simpanan embrio kita ada berapa, 5 kan? Kita masih bisa menggunakannya.”

Malam itu saya sulit tidur, gelisah bukan main. Saya tak henti melihat celana dalam karena terasa seperti mengeluarkan cairan. Yaa, siapa tahu bleeding-before-beta, ternyata bukan. Cuma cairan berwarna bening disertai residu Crinone. Dalam hati ingin meredam gejolak rasa penasaran yang teramat besar tapi berujung ke psikosomatis. Perut mulas dan terus berasa pengen pipis.

*

Selasa, 8 Oktober 2013

Pagi kami terasa begitu singkat. 10 menit perjalanan menuju RSSS, 5 menit menunggu di ruang tunggu, 5 menit ambil darah dan menyelesaikan administrasi lalu mampir Kalidami untuk beli sarapan kemudian pulang. Selesai makan, suami berangkat ujian; UAS hari kesekian.

Selanjutnya hanya ada saya dan Kal-El (my brownie teddy) di kamar. Dengan masih menempel plester bekas suntikan di tangan kanan, saya tidur sambil mendengarkan playlist dari TV. Lanjut berplesir ke instagram, twitter, facebook, path sampai ke instagram lagi. Lalu bosan. Lalu penasaran.

Saya malas menyentuh BB dan membiarkannya berada di dalam tas. Andai sudah tahu hamil, pasti segera saya beritahu ibu dan yang lainnya. Jantung berdebar, kepala pening, kaki sedingin es dan sekujur badan berkeringat. Suami membiarkan rasa ingin tahu saya menggantung sampai tengah hari. Kemudian film What to Expect When You’re Expecting muncul. Ah, mungkin ini suatu pertanda. Think Positive!

Tak lama suami datang membawa makan siang (bukan sebuket bunga dan berita bahagia). Ternyata dia belum nelpon RSSS untuk tanya hasil β~hCG, fiuh! Dari ekspresi saat melakukan percakapan di telepon antara suami dengan dr. Aucky saya langsung tahu kalau hasilnya negatif. Saat itu air muka saya pasti juga terlihat hampa. Butuh waktu sekitar lima menit hingga air mata saya berhasil menemukan jalan keluar. Suami memeluk saya dan berbicara mengenai sesuatu yang tidak saya pahami.

Malamnya kami menemui dr. Aucky untuk membicarakan rencana frozen embryo transfer. Beliau menyarankan agar kami istirahat dulu selama 3 bulan. Boleh berhubungan seperti biasa hingga FET tiba. Tapi sebelum dilakukan FET, dr Ashon SpOG akan melakukan Salin Infusion Sonohysterography (simpelnya SIS atau SHG) terlebih dahulu untuk mengecek kemungkinan adanya kelainan rongga rahim yang menyebabkan embrio-embrio itu tidak mau implan. Nantii, setelah selesai haid ke-3.

bye-bye embies
bye-bye my three little embies~

Kepada semua yang mendoakan; teman, sahabat dan semua yang sayang kami, saya mengucapkan terima kasih. Entah bagaimana cara kami membalas kebaikan kalian. Semoga Allah memberikan ganjaran selayaknya.

What doesn’t kill you makes you stronger..

β~hCG = 5 </3 indomie, come to mamamia!

the two week wait

Jumat, 4 Oktober 2013

Kalau suster Siloam Surabaya tidak memberi instruksi agar injeksi terakhir Pregnyl 70 IU-nya dilakukan di RS maka saya tidak punya kesempatan keluar dari apartemen.  Meski segala jenis hiburan yang saya inginkan tersedia dalam petak ini, tapi lama-lama ya bosan juga. I need some fresh air..

Setengah tujuh pagi sudah meluncur dan baru tiba di RSSS 30 menit kemudian. 15 menit lebih lama dari hari-hari biasanya. Jumat pagi yang padat. Suami ngedrop aja, buru-buru pergi karena UAS farmako dan HAM (hubungan antar manusia) sudah menanti.  Dia nyetir, saya bacakan untuknya latihan soal pilihan ganda.

Setelah ‘morning call’ di kamar mandi yang letaknya di seberang ruang CF saya langsung saja menuju ruang fertilitas yang tersohor itu. Di sana sang suster-ceria-berambut-pendek bantu saya injeksi di pantat kiri. “Terima kasih ya Sus!” Urusan selesai pukul 07:09 WIB.

Lalu saya coba kontak kenalan yang pagi itu ada jadwal OPU. Menunggu balasan BBM tiada guna karena pesannya saja tidak sampai. Sinyal di ruang antrian sendat-sendut. Selama duduk di ruang tunggu, mata saya berkunang-kunang. Merasa badan tidak sepenuhnya fit, saya putuskan untuk segera pulang. 07:51 check-out RSSS.

6DP5DT TANDA-TANDA FISIK

Perut bagian bawah seperti penuh, kadang ada nyeri seperti mau datang bulan.

Gatal di area pantat mulai berkurang.

Dada masih kencang-kencang disertai putting menonjol. Dan hei! Apakah itu areola saya memang terlihat melebar dan menggelap?

Boyok alias sekitaran pinggang, pegal-pegal.

Tidak terlalu banyak bercak putih di celana dalam karena residu Crinone.

Bila mendapati gumpalan-gumpalan berwarna putih dengan tekstur kenyal di celana dalam atau jatuh dari vagina pada saat buang air kecil maupun mandi, sebaiknya mama IVF tidak perlu cemas. Itu normal terjadi setelah beberapa hari pemakaian Crinone Progesterone Vaginal Gel.

IMG_3046
Untuk pemakaian sabtu-minggu-senin~

*

Sabtu, 5 Oktober 2013

Bangun tidur tenggorokan sakit disertai bersin-bersin. Sinyal daya tahan tubuh melemah membuat saya menenggak air minum sebanyak mungkin untuk meredakan panas dalam. Selain batuk yang masih ada, gejala fisik 6dp5dt juga masih di sana.

7DP5DT TANDA-TANDA PSIKIS

Memang ada loh yang namanya tanda-tanda psikis. Ini terjadi pada saya. Dari muncul rasa gelisah sampai excited semuanya timbul tenggelam. Lalu muncul juga hal-hal berikut:

Adanya kecemasan kegagalan cycle #1 akan berulang.

Memikirkan bagaimana saya akan mengumumkan berita kehamilan.

Menangis saat melihat tayangan live birth untuk twins c-section di babycenter.com.

Terharu lihat jumper newborn.

IMG_3052
Aren’t they cute? :’)

Ahh, 3 hari yang mendebarkan menuju Beta-day…

[2ww] 4dp5dt

Today (2/10), saya memasuki hari ke-4 pasca embryo transfer (ET) dengan 3 blastosis usia 5 hari yang ditanam dalam rahim saya oleh dr. Ashon SpOG. Coba deh saya lebih konsentrasi akan berbagai simtom yang saya rasakan. Hmm, dada lebih kencang, puting berasa menonjol dan ada sedikit rasa nyeri di perut bagian bawah. Selebihnya gatal-gatal di atas pantat sebab iritasi diaper dewasa dan ada bercak disertai gumpalan-gumpalan berwarna putih di celana dalam (*residu Crinone 8% Progesterone Vaginal Gel).

Post ET, kebanyakan mama IVF bingung tentang apa yang boleh dan tak boleh dilakukan. Lalu berbagai literatur dibaca yang malah buat bingung ditambah kekuatiran para sesepuh yang melarang ini-itu. Pikiran acak-adul dan buat aktivitas menjadi tidak nyaman. Kalau sudah begini malah stres sendiri. Sebaiknya jangan dilakukan.

DON’T :: STRESS

Sepertinya hari ini saya kurang beruntung, subuh-subuh suami sudah berangkat ke sana-sini (lanjutan acara 1st Indonesian Meeting of ISSHP 2013 –International Society for the Study of Hypertension in Pregnancy di Sheraton Hotel Surabaya) sehingga dia tidak bisa membelikan sarapan. Jadilah saya masak nasi dan mengukus resoles isi ayam (kue sisa seminar kemarin) + sayur hijau cuciwis untuk dimakan sendiri.

Bedrest pasca ET bukan berarti kita rebahan di kasur seharian. Ada kalanya kita perlu menghirup udara segar dan melakukan peregangan. Tentu angkat beban 5 kg sudah pasti akan saya hindari. Tetapi kegiatan seperti menyapu kamar dan mencuci pakaian dalam, tetap saya lakukan.

DO :: TAKE IT EASY

Selain menonton TV, kegiatan yang membuat saya tetap sibuk adalah membaca novel dan majalah parenting. Menjelajah socmed juga tak kalah penting untuk hiburan. Belakangan, bacaan yang selalu berada di meja; di samping tempat tidur saya adalah cerita mengenai seorang detektif wanita dari buku Kantor Detektif Wanita No.1 karya Alexander McCall Smith. Dan kudapan favorit sepanjang menunggu Beta-day yaitu pizza dingin dan stroberi.

IMG_3027

Kira-kira, yang sedang dilakukan embies saya di dalam perut apa ya? Ada sebuah wawasan yang saya dapat dari teman seperjuangan Mrs Rori mengenai perkembangan embrio setelah ET. Berdasar link ini pada 4dp5dt, embrio-embrio itu terus melakukan aksinya untuk berusaha menempel di rahim saya.

Semoga terus lengkett kayak perangko,,

et

Alhamdulillah~

Telah ditanam 3 embrio usia 5 hari ke rahim saya, kemarin (28/9) pada pukul 08:50. Semuanya blastocyst sedang kelima blastocyst yang lain dibekukan. Sebenarnya masih ada 4 morula, tapi tergantung perkembangannya, apabila bisa membelah sempurna maka dia akan dibekukan juga. Terima kasih buat dr Ashon Saadi, SpOG dan para suster CF RS Siloam Surabaya yang telah berbaik hati, juga dengan sangat hati-hati, hingga proses embryo transfer-nya berjalan lancar.

Lady in waiting..

Lazimnya 2 minggu menunggu tapi sekitar tanggal 8 Okt mendatang saya akan ke Siloam untuk pengecekan β~hCG. Ini adalah saat yang paling mendebarkan dari serangkaian tahapan long protocol yang akan saya hadapi sebagai mama-IVF. Tetap rileks, ooomm.

Sementara itu, di dalam kepala ini terus saja muncul deret angka 3-2-1-0. Apakah dari ketiga embrio yang ditanam, akan berkembang menjadi 3 janin, dua, satu atau tidak ada sama sekali. Angka zero yang paling saya kuatirkan. Kemudian yang bisa saya lakukan hanya berdoa semoga progesteron saya tidak drop dan berujung kembali ke siklus menstruasi.

Untuk menjaga agar level progesteron tetap berada dalam kendali, makanya saya dianjurkan menebus Crinone 8% untuk sembilan hari kedepan yang dipakainya tiap malam. Lalu ada jadwal suntik Pregnyl (hCG) pada 30/9 dan 2/10 pagi. Supaya tidak perlu mondar-mandir ke RS, obatnya dibawa pulang dan nanti suami yang akan menginjeksi.

Terima kasih juga kepada ibu saya yang dengan setia mendampingi di RS dari hari H sampai H+1 dan menjadi reminder supaya saya tidak banyak bergerak. Suami juga sangat baik, bersedia ‘ada-untuk-saya’ disela-sela kesibukan seminar sabtu-minggunya. I love you both :3

[TIPS] Persiapan sebelum embryo transfer:

  1. Air mineral, dalam kemasan botol 3 x 600 ml. Kenapa tiga? Just in case kantung kemih udah penuh, eee ternyata pengen pipis. Padahal kantung kemih harus tetap dalam kondisi full tank.
  2. Tas kain simpel. Pada saat masuk ke ruang ET, kita harus pakai baju RS bertali, selanjutnya tas-kain-simpel berguna untuk mengantungi baju, pakaian dalam dan sandal/sepatu.
  3. Snacks. Beragam kue dan buah harus disiapkan sebagai penunda rasa lapar sebelum makan siang datang.
  4. Playlist. Lagu-lagu yang menenangkan dari iPod atau HP dapat membantu kita mengeluarkan pipis di diaper dewasa.
  5. Cairan antiseptik. Untuk meluruhkan kuman setelah lima jam berkubang dalam pipis sendiri, nanti pada saat mandi di RS.

Salaman,

[IVF] long protocol

Kalo ada bumil mengeluh ini-itu berkaitan dengan kehamilannya, berarti bisa dikatakan ia kurang bersyukur. Padahal antrian ruang CF RS Siloam Surabaya untuk program mendapatkan anak tak pernah sepi. Padahal banyak sekali calon mama yang memimpikan mual-muntah, kaki bengkak, pinggang sakit dan dada sesak disebabkan dirinya sedang hamil.

Ada saya diantara calon mama di deret antrian itu. Karena un-explained infertility, saya kembali berada di sini; di tempat yang nyaris beraroma sama dan khas tak ubahnya ketika saya mengikuti program bayi tabung (batab) yang pertama pada Oktober 2012 dan inseminasi (IUI) pada Juli 2013. Keduanya belum membuahkan hasil. Untuk program batab yang ke-2 ini adalah atas saran androlog Hamdani. Suami dan saya (pada akhirnya) manut saja.

Setelah mempelajari status pasien, tim dokter memutuskan bahwa saya akan diberi ‘perlakuan’ menggunakan prosedur long protocol. Jadi, begitu IUI gagal (mens bulan Agustus’13) saya tidak langsung diberi stimulasi untuk mengembang-biakkan folikel seperti pada short protocol (direct) melainkan program akan dimulai bulan depannya.

2 September 2013. Kira-kira pada siklus menstruasi hari ke-20, dokter Aucky memberi jadwal injeksi Suprefact 0,4 cc/40 IU tiap malam di subcutan dinding perut kiri/kanan dari tanggal 2 Sept sampai haid ke-2 (*meskipun haid tetap suntik). Menghadapi spuit-spuit macam begini, saya sudah biasalah yaa. Kalau bukan saya sendiri yang nyuntik ya suami.

insulin syringe si penjajah perut
insulin syringe, si penj(el)ajah perut

10 September 2013. Saya menstruasi.

12 September 2013. Pagi di RS Siloam selalu diawali pengecekan hormon Estradiol dan USG. Malamnya ketemu sama dr Aucky untuk detil protokol yang akan dijalankan. Hari ini menandai start stimulasi folikel (kantung telur). Suntikan di subcutan dinding perut 2x, Suprefact 20 IU + Gonal F 150 IU (2 amp) yang dicampur dalam 1 cc solven. Tiap sore/malam dari 12 Sep sampai 15 Sep 13.

16 September 2013. Selamat pagi spuit pengambil darah untuk mengecek hormon E2. Selamat siang dr Hendro, Sp.OG yang akan melihat perkembangan folikel melalui USG transvaginal. Selamat malam dr Aucky yang memberi resep suntikan 2x sbb: Suprefact 20 IU + Menopour 75 IU (1 amp) dan Gonal F 75 IU (1 amp) dicampur dalam 1 cc solven. Tiap sore/malam dari 16 Sep sampai 19 Sep 13.

20 September 2013. Pagi-pagi ada adegan tarik ulur spuit. Setelah tidak berhasil mengambil darah via lengan kiri, akhirnya mbak suster berpaling ke lengan kanan. Selanjutnya antri menunggu giliran USG sementara para dokter masih sibuk menangani pasien OPU maupun ET. Tak lama kemudian saya di-USG sama dokter Hendro yang konyol dan setelah selesai saya berhasil diam-diam mengambil foto ini.

tampak kantung-kantung telur (folikel) yang beranjak dewasa
tampak kantung-kantung telur (folikel) yang beranjak dewasa

 

Total ada 11 telur yang terpantau dengan ukuran paling besar 18 mm sisanya range 12-15 mm. Begitu ketemu dokter Hamdani pada malamnya, saya diberi satu kali lagi stimulasi agar folikel-folikelnya benar-benar mature (kira-kira mempunyai ukuran 18-22 mm). Kali ini suster yang nyuntik Suprefact 20 IU + Gonal F 75 IU (1 amp).

Gejala yang paling nyata dari sekian banyak suntikan Gonal F yang bisa saya rasakan ya dada mengeras dan puting menonjol. Tidak bisa disentuh bahkan oleh siraman air dari shower. Kalo bengkak atau biru-biru di perut dan lengan, adalah bukan apa-apa.

21 September 2013. Sabtu malam ada jadwal kencan di RS. Suster akan bantu menyuntikkan Ovitrelle untuk memecah telur supaya siap diambil pada senin pagi. Pesan suster minggu malam mulai jam 11 saya harus puasa makan-minum. Siap!

23 September 2013. Oocyte Capture alias Ovum Retrieval alias Ovum Pick Up (OPU). Saya jam 6 pagi sudah standby sedangkan para suster baru berdatangan sekitar 06:30. Sebelumnya, saya harus registrasi terlebih dahulu di front office sedangkan suami mengeluarkan sperma fresh-nya di ruang khusus (mandiri; sendiri; tanpa bantuan saya, hahah).

07:00. Para suster (kira-kira ada 5 orang) mulai pasang infus, mengecek tekanan darah (tensi digital sering bunyi; ini karena saya grogi), membersihkan vagina dengan cairan dingin, memberikan dua butir obat di anus, memasang belt di kedua kaki dan ada satu yang tugasnya menenangkan saya. Tampak post it kuning atas nama saya dan tulisan ‘kiri = 6, kanan = 6’, di tempel di layar monitor USG.

07:30. Dari layar itu saya bisa melihat jarum OPU menusuk folikel-menyedot cairannya sampai habis dan kempes, satu persatu sampai tak bersisa, gantian kiri dan kanan. Waktu terasa berjalan lama. Di tengah proses operasi mini itu, dr Hendro menyuruh salah satu suster menekan perut kanan saya. Sedangkan tak jauh dari meja operasi, terdengar suara dr Aucky bilang oocyte/kosong.

07:45. Operasi selesai, saya dipindah ke recovery room. Butuh waktu sekitar 15 menit untuk menghabiskan cairan infus. Dokter Hendro menyapa saya sambil senyam-senyum disela-sela menangani pasien lain, “Bu dokter, hasil panennya lumayan. Dapat 15 oocytes.” “Apa dok, 14 apa 15?” tanya saya yang pura-pura budegk sekedar memastikan. Lalu beliau tanya ke dr. Aucky dan menyebutkan angka 15 lagi. “Terima kasih ya dok!” ucap saya sembari dalam hati bersyukur mendapatkan angka ini mengingat di-cycle yang pertama cuma dapat 6 oocytes.

08:15. Sebelum meninggalkan RS, kami harus menyelesaikan administrasi, melakukan pembayaran OPU & ET plus Crinone 8% (Progresterone Vaginal Gel) sebanyak 5 biji untuk lima hari ke depan (dipakai mulai tanggal 24 Sep).

Pasca OPU selama sehari penuh, mata saya siwer, perut bawah terasa kram, kembung, kepala pening dan bawaannya pengen tiduurr terus. Tapi malam itu saya pulang ke Pasuruan. Sebagai panitia pelantikan para dokter spesialis keesokan harinya –suami butuh mengambil jas. Menginap semalam di Santos d’House.

24 September 2013. Suami telpon ruang CF RS Siloam untuk memastikan jadwal embryo transfer (ET). Setelah proses fertilisasi, akhirnya kami memperoleh 12 embryo yang akan siap ditransfer ke rahim saya Sabtu, 28 September 2013.

Hal yang saya rasakan H-1 ET adalah terdapat percikan-percikan bahagia tapi tidak terlalu meletup-letup. Saya enggan melambungkan angan dan harap agar bila jatuh tidak sakit-sakit amat. Setidaknya bila ada kegagalan, kami masih punya embrio-embrio beku yang siap ditanam kapan saja. Semoga aja langsung berhasil. Tidakkah kami pantas mendapatkannya? Bukankah memang sudah saatnya?

Bagi pembaca dimanapun kamu berada, minta tolong bantu doa. Kami tahu pentingnya keajaiban dan kesaktian doa. Oleh karenanya, kami sedang ber-genkidama, mengumpulkan doa-doa dari semesta agar Yang Maha Kuasa bersedia mengabulkannya.

Kalau mau tanya-tanya mengenai program batab di Siloam Surabaya, silahkan kirim email ke mi41215@yahoo.com, saya akan luangkan waktu untuk menjawabnya. Atau, di kolom komentar juga bolehh.

Untuk besok, bismillah…