13 january to february, 2

Dear my loyal reader,

Saya mau minta maaf karena bisa jadi telah mengecewakan kamu dengan ‘pelit’ sharing kisah-kisah inspiratif yang menjadi  fokus utama dalam hidup saya (apeu banget yak!). Pelit disini bukan karena sifat dasar tetapi karena memang belum ada kesempatan. Mohon dimaafkan.

13 Januari itu ulang tahun suami saya. Berikut postingan birthday wishes saya untuk suami via Path.

miartmiaw - bh bd

“Happy Birthday to the love of my life and the husband of my dreams! Wishing you all the best today and throughout the coming year!”

Jauh-jauh hari saya sudah berniat mau pesen customize-mini-cupcakes dengan detil, sepatu futsal-bola-stetoskop-bayi-bini bunting dll, tapi malah gak kesampaian. Saya mikir kok rasanya kurang personal dan gak ada effortnya. Lantas saya bikin food-art aja untuk dia selain mempercantik silhouette original kami sesuai tema: birthday party.

Setelah mempelajari foodart milik @leesamantha yang sekiranya murah dan mudah untuk diterapkan maka jadilah foodart bikinan saya, tadaaa!

miartmiaw - hb bh
tuh! keliatan seneng banget kaaan?

Panjatan doa dari saya yang versi Bahasa ya semoga suami bisa lancar sekolahnya dan menjadi imam serta teladan yang baik bagi keluarga.

*

SHG after HSG

Wuih! Bisa belepot ini kalo diucapkan secara bersamaan dengan pelafalan secepat cahaya. Dulu saya pernah melakukan tes HSG di Lab Parahita (30/05/13). Prosedurnya: saya musti puasa dulu selama 6 jam lalu pada saat pemeriksaan, seorang SpOG akan memberi cairan kontras (berwarna biru) via vagina lalu hasilnya akan dilihat dari foto rontgen. Tujuan tes HSG adalah untuk mengetahui apakah ada perlengketan di saluran tuba saya.

Semua yang mengikuti milestone IVF saya pasti tahu kalau di cycle yang ke-2 hasil β~hCG saya di bulan Oktober 2013 di bawah ketentuan. Ini berarti IVF#2 saya tidak berhasil dan saya belum bisa hamil. Beruntung saya punya embrio yang dibekukan sebanyak 8 biji sehingga nantinya saya bisa langsung tanam (ET; embryo transfer) tanpa mengulang cycle. Dokter Aucky menyarankan supaya saya istirahat dulu selama 3 bulan.

Oke, tiga bulan berselang. Sebelum dilakukan frozen-embryo-transfer (FET), ada beberapa pemeriksaan diantaranya:

1| SHG (24/1) oleh dr. Ashon, SpOG di RS Siloam Surabaya. SHG tidak serumit HSG. Dokter cuma mengisi uterus saya dengan cairan infus dan melihat apakah ada polip dsb melalui pembacaan USG. Hari ke-10 dari HPHT (15/1). Seharusnya jadwal SHG-nya sabtu tapi saya majukan menjadi jumat karena bentrok dengan kegiatan suami (pertandingan futsal persahabatan di Malang).

2| USG + tes darah untuk pemeriksaan Estradiol alias E2 part I (27/1). USG oleh dr. Hendro SpOG di RSSS. Pagi berangkat sendiri naik taxi, malam konsultasi diantar suami.

3| USG + E2 part II + pemeriksaan progesteron (29/1). USG masih dengan dr. Hendro SpOG di RS yang sama. Pagi berangkat sendiri naik taxi, lalu saya ke Grand City numpang shuttle-car RSSS. Selama perbaikan RSSS, tempat parkir dialihkan ke Grand City Mall, pasien bisa memanfaatkan shuttle car untuk mondar-mandir RSSS dan GC. Pada hari ini suami kena giliran jaga. Kami baru bisa konsultasi keesokannya. Dan menurut dr. Aucky, saya sudah ovulasi (28/1) jadi 5 hari dari ovulasi itulah hari dimana akan dilakukan FET!

*

2 Februari. Suami jaga + Finda sahabat saya nikah + FET day. Betapa kita hidup diantara suatu kebetulan yang satu dengan kebetulan yang lain. Hmmm.

iseng di deret kursi antrian CF
iseng di deret kursi antrian CF

Karena sudah 2x bergulat dengan sesi embryo transfer so pasti saya sudah tahu bagaimana menghadapinya. Jadi tanpa ditemani suami dan keluarga tidaklah menjadi masalah. Syukur suami masih sempet nganter sekalian dia berangkat jaga RSDS. Saya sudah kuatir aja kejebak car-free-day.

Begitu sampai RSSS saya langsung njujug customer service untuk pendaftaran, membayar biaya FET sebesar Rp 6jt dan Rp 168rb untuk progesteron oral ‘utrogestan 100 mg’ sebanyak 21 butir (*btw, kali ini tidak lagi memakai Crinone Progesterone 8% Vaginal Gel) dan menandatangani sejumlah berkas surat pernyataaan di ruang CF.

Dari 4 embrio yang dicairkan (thawing), 2 yang ditanam. Saya mendapat giliran setelah pasien OPU. Datang 05:30 selesai urusan jam 08:00 wib. Problematika pasca(F)ET yang saya rasakan masih tetap sama. Pertama, susah pipis di diaper dewasa dan yang ke-dua, gatal di area genangan pipis. Selesai dengan bagian administrasi kamar-rawat-jalan (Rp 190rb untuk 5 jam perawatan), 13:30 saya check-out RS Siloam Surabaya. Hari dan pukul sekian, Surabaya diguyur hujan.

Demikian update terbaru dari kehidupan pribadi saya, semoga berkenan.

Salam,

miaw

P.S. Pada saat postingan ini dibuat, saya berada pada 5dp5dt, simtom yang kentara adalah nyeri di perut bagian bawah (sengkring-sengkring kayak mau mens). Wah entahlah, berhasil atau tidak, hanya Allah Maha Tahu, karena Dia Sang Penentu. Beta-day kurang 5 hari lagi.

beta day

Kegagalan ini bukanlah yang pertama. Mestinya saya tahu bagaimana rasanya dan bisa mengantisipasi kekecewaan. Tapi apa mungkin waktu memang bisa menyembuhkan luka hingga saya lupa?

Senin malam saya berbincang dengan suami. Saya katakan kepadanya kalau 13 Juni lalu sayalah yang membawa kabar gembira mengenai berhasilnya doi masuk program penerimaan PPDS Obgyn. Sekarang gantian. “Besok, aku ingin kamu yang membawa berita bahagia untukku!” kata saya.

Just in case programnya tidak berhasil, saya ingin bersiap-siap. “Kira-kira, apa yang akan kamu katakan kepadaku kalo programnya gagal, Say?” Suami menjawab, “Simpanan embrio kita ada berapa, 5 kan? Kita masih bisa menggunakannya.”

Malam itu saya sulit tidur, gelisah bukan main. Saya tak henti melihat celana dalam karena terasa seperti mengeluarkan cairan. Yaa, siapa tahu bleeding-before-beta, ternyata bukan. Cuma cairan berwarna bening disertai residu Crinone. Dalam hati ingin meredam gejolak rasa penasaran yang teramat besar tapi berujung ke psikosomatis. Perut mulas dan terus berasa pengen pipis.

*

Selasa, 8 Oktober 2013

Pagi kami terasa begitu singkat. 10 menit perjalanan menuju RSSS, 5 menit menunggu di ruang tunggu, 5 menit ambil darah dan menyelesaikan administrasi lalu mampir Kalidami untuk beli sarapan kemudian pulang. Selesai makan, suami berangkat ujian; UAS hari kesekian.

Selanjutnya hanya ada saya dan Kal-El (my brownie teddy) di kamar. Dengan masih menempel plester bekas suntikan di tangan kanan, saya tidur sambil mendengarkan playlist dari TV. Lanjut berplesir ke instagram, twitter, facebook, path sampai ke instagram lagi. Lalu bosan. Lalu penasaran.

Saya malas menyentuh BB dan membiarkannya berada di dalam tas. Andai sudah tahu hamil, pasti segera saya beritahu ibu dan yang lainnya. Jantung berdebar, kepala pening, kaki sedingin es dan sekujur badan berkeringat. Suami membiarkan rasa ingin tahu saya menggantung sampai tengah hari. Kemudian film What to Expect When You’re Expecting muncul. Ah, mungkin ini suatu pertanda. Think Positive!

Tak lama suami datang membawa makan siang (bukan sebuket bunga dan berita bahagia). Ternyata dia belum nelpon RSSS untuk tanya hasil β~hCG, fiuh! Dari ekspresi saat melakukan percakapan di telepon antara suami dengan dr. Aucky saya langsung tahu kalau hasilnya negatif. Saat itu air muka saya pasti juga terlihat hampa. Butuh waktu sekitar lima menit hingga air mata saya berhasil menemukan jalan keluar. Suami memeluk saya dan berbicara mengenai sesuatu yang tidak saya pahami.

Malamnya kami menemui dr. Aucky untuk membicarakan rencana frozen embryo transfer. Beliau menyarankan agar kami istirahat dulu selama 3 bulan. Boleh berhubungan seperti biasa hingga FET tiba. Tapi sebelum dilakukan FET, dr Ashon SpOG akan melakukan Salin Infusion Sonohysterography (simpelnya SIS atau SHG) terlebih dahulu untuk mengecek kemungkinan adanya kelainan rongga rahim yang menyebabkan embrio-embrio itu tidak mau implan. Nantii, setelah selesai haid ke-3.

bye-bye embies
bye-bye my three little embies~

Kepada semua yang mendoakan; teman, sahabat dan semua yang sayang kami, saya mengucapkan terima kasih. Entah bagaimana cara kami membalas kebaikan kalian. Semoga Allah memberikan ganjaran selayaknya.

What doesn’t kill you makes you stronger..

β~hCG = 5 </3 indomie, come to mamamia!

the two week wait

Jumat, 4 Oktober 2013

Kalau suster Siloam Surabaya tidak memberi instruksi agar injeksi terakhir Pregnyl 70 IU-nya dilakukan di RS maka saya tidak punya kesempatan keluar dari apartemen.  Meski segala jenis hiburan yang saya inginkan tersedia dalam petak ini, tapi lama-lama ya bosan juga. I need some fresh air..

Setengah tujuh pagi sudah meluncur dan baru tiba di RSSS 30 menit kemudian. 15 menit lebih lama dari hari-hari biasanya. Jumat pagi yang padat. Suami ngedrop aja, buru-buru pergi karena UAS farmako dan HAM (hubungan antar manusia) sudah menanti.  Dia nyetir, saya bacakan untuknya latihan soal pilihan ganda.

Setelah ‘morning call’ di kamar mandi yang letaknya di seberang ruang CF saya langsung saja menuju ruang fertilitas yang tersohor itu. Di sana sang suster-ceria-berambut-pendek bantu saya injeksi di pantat kiri. “Terima kasih ya Sus!” Urusan selesai pukul 07:09 WIB.

Lalu saya coba kontak kenalan yang pagi itu ada jadwal OPU. Menunggu balasan BBM tiada guna karena pesannya saja tidak sampai. Sinyal di ruang antrian sendat-sendut. Selama duduk di ruang tunggu, mata saya berkunang-kunang. Merasa badan tidak sepenuhnya fit, saya putuskan untuk segera pulang. 07:51 check-out RSSS.

6DP5DT TANDA-TANDA FISIK

Perut bagian bawah seperti penuh, kadang ada nyeri seperti mau datang bulan.

Gatal di area pantat mulai berkurang.

Dada masih kencang-kencang disertai putting menonjol. Dan hei! Apakah itu areola saya memang terlihat melebar dan menggelap?

Boyok alias sekitaran pinggang, pegal-pegal.

Tidak terlalu banyak bercak putih di celana dalam karena residu Crinone.

Bila mendapati gumpalan-gumpalan berwarna putih dengan tekstur kenyal di celana dalam atau jatuh dari vagina pada saat buang air kecil maupun mandi, sebaiknya mama IVF tidak perlu cemas. Itu normal terjadi setelah beberapa hari pemakaian Crinone Progesterone Vaginal Gel.

IMG_3046
Untuk pemakaian sabtu-minggu-senin~

*

Sabtu, 5 Oktober 2013

Bangun tidur tenggorokan sakit disertai bersin-bersin. Sinyal daya tahan tubuh melemah membuat saya menenggak air minum sebanyak mungkin untuk meredakan panas dalam. Selain batuk yang masih ada, gejala fisik 6dp5dt juga masih di sana.

7DP5DT TANDA-TANDA PSIKIS

Memang ada loh yang namanya tanda-tanda psikis. Ini terjadi pada saya. Dari muncul rasa gelisah sampai excited semuanya timbul tenggelam. Lalu muncul juga hal-hal berikut:

Adanya kecemasan kegagalan cycle #1 akan berulang.

Memikirkan bagaimana saya akan mengumumkan berita kehamilan.

Menangis saat melihat tayangan live birth untuk twins c-section di babycenter.com.

Terharu lihat jumper newborn.

IMG_3052
Aren’t they cute? :’)

Ahh, 3 hari yang mendebarkan menuju Beta-day…

[2ww] 4dp5dt

Today (2/10), saya memasuki hari ke-4 pasca embryo transfer (ET) dengan 3 blastosis usia 5 hari yang ditanam dalam rahim saya oleh dr. Ashon SpOG. Coba deh saya lebih konsentrasi akan berbagai simtom yang saya rasakan. Hmm, dada lebih kencang, puting berasa menonjol dan ada sedikit rasa nyeri di perut bagian bawah. Selebihnya gatal-gatal di atas pantat sebab iritasi diaper dewasa dan ada bercak disertai gumpalan-gumpalan berwarna putih di celana dalam (*residu Crinone 8% Progesterone Vaginal Gel).

Post ET, kebanyakan mama IVF bingung tentang apa yang boleh dan tak boleh dilakukan. Lalu berbagai literatur dibaca yang malah buat bingung ditambah kekuatiran para sesepuh yang melarang ini-itu. Pikiran acak-adul dan buat aktivitas menjadi tidak nyaman. Kalau sudah begini malah stres sendiri. Sebaiknya jangan dilakukan.

DON’T :: STRESS

Sepertinya hari ini saya kurang beruntung, subuh-subuh suami sudah berangkat ke sana-sini (lanjutan acara 1st Indonesian Meeting of ISSHP 2013 –International Society for the Study of Hypertension in Pregnancy di Sheraton Hotel Surabaya) sehingga dia tidak bisa membelikan sarapan. Jadilah saya masak nasi dan mengukus resoles isi ayam (kue sisa seminar kemarin) + sayur hijau cuciwis untuk dimakan sendiri.

Bedrest pasca ET bukan berarti kita rebahan di kasur seharian. Ada kalanya kita perlu menghirup udara segar dan melakukan peregangan. Tentu angkat beban 5 kg sudah pasti akan saya hindari. Tetapi kegiatan seperti menyapu kamar dan mencuci pakaian dalam, tetap saya lakukan.

DO :: TAKE IT EASY

Selain menonton TV, kegiatan yang membuat saya tetap sibuk adalah membaca novel dan majalah parenting. Menjelajah socmed juga tak kalah penting untuk hiburan. Belakangan, bacaan yang selalu berada di meja; di samping tempat tidur saya adalah cerita mengenai seorang detektif wanita dari buku Kantor Detektif Wanita No.1 karya Alexander McCall Smith. Dan kudapan favorit sepanjang menunggu Beta-day yaitu pizza dingin dan stroberi.

IMG_3027

Kira-kira, yang sedang dilakukan embies saya di dalam perut apa ya? Ada sebuah wawasan yang saya dapat dari teman seperjuangan Mrs Rori mengenai perkembangan embrio setelah ET. Berdasar link ini pada 4dp5dt, embrio-embrio itu terus melakukan aksinya untuk berusaha menempel di rahim saya.

Semoga terus lengkett kayak perangko,,

et

Alhamdulillah~

Telah ditanam 3 embrio usia 5 hari ke rahim saya, kemarin (28/9) pada pukul 08:50. Semuanya blastocyst sedang kelima blastocyst yang lain dibekukan. Sebenarnya masih ada 4 morula, tapi tergantung perkembangannya, apabila bisa membelah sempurna maka dia akan dibekukan juga. Terima kasih buat dr Ashon Saadi, SpOG dan para suster CF RS Siloam Surabaya yang telah berbaik hati, juga dengan sangat hati-hati, hingga proses embryo transfer-nya berjalan lancar.

Lady in waiting..

Lazimnya 2 minggu menunggu tapi sekitar tanggal 8 Okt mendatang saya akan ke Siloam untuk pengecekan β~hCG. Ini adalah saat yang paling mendebarkan dari serangkaian tahapan long protocol yang akan saya hadapi sebagai mama-IVF. Tetap rileks, ooomm.

Sementara itu, di dalam kepala ini terus saja muncul deret angka 3-2-1-0. Apakah dari ketiga embrio yang ditanam, akan berkembang menjadi 3 janin, dua, satu atau tidak ada sama sekali. Angka zero yang paling saya kuatirkan. Kemudian yang bisa saya lakukan hanya berdoa semoga progesteron saya tidak drop dan berujung kembali ke siklus menstruasi.

Untuk menjaga agar level progesteron tetap berada dalam kendali, makanya saya dianjurkan menebus Crinone 8% untuk sembilan hari kedepan yang dipakainya tiap malam. Lalu ada jadwal suntik Pregnyl (hCG) pada 30/9 dan 2/10 pagi. Supaya tidak perlu mondar-mandir ke RS, obatnya dibawa pulang dan nanti suami yang akan menginjeksi.

Terima kasih juga kepada ibu saya yang dengan setia mendampingi di RS dari hari H sampai H+1 dan menjadi reminder supaya saya tidak banyak bergerak. Suami juga sangat baik, bersedia ‘ada-untuk-saya’ disela-sela kesibukan seminar sabtu-minggunya. I love you both :3

[TIPS] Persiapan sebelum embryo transfer:

  1. Air mineral, dalam kemasan botol 3 x 600 ml. Kenapa tiga? Just in case kantung kemih udah penuh, eee ternyata pengen pipis. Padahal kantung kemih harus tetap dalam kondisi full tank.
  2. Tas kain simpel. Pada saat masuk ke ruang ET, kita harus pakai baju RS bertali, selanjutnya tas-kain-simpel berguna untuk mengantungi baju, pakaian dalam dan sandal/sepatu.
  3. Snacks. Beragam kue dan buah harus disiapkan sebagai penunda rasa lapar sebelum makan siang datang.
  4. Playlist. Lagu-lagu yang menenangkan dari iPod atau HP dapat membantu kita mengeluarkan pipis di diaper dewasa.
  5. Cairan antiseptik. Untuk meluruhkan kuman setelah lima jam berkubang dalam pipis sendiri, nanti pada saat mandi di RS.

Salaman,

[IVF] long protocol

Kalo ada bumil mengeluh ini-itu berkaitan dengan kehamilannya, berarti bisa dikatakan ia kurang bersyukur. Padahal antrian ruang CF RS Siloam Surabaya untuk program mendapatkan anak tak pernah sepi. Padahal banyak sekali calon mama yang memimpikan mual-muntah, kaki bengkak, pinggang sakit dan dada sesak disebabkan dirinya sedang hamil.

Ada saya diantara calon mama di deret antrian itu. Karena un-explained infertility, saya kembali berada di sini; di tempat yang nyaris beraroma sama dan khas tak ubahnya ketika saya mengikuti program bayi tabung (batab) yang pertama pada Oktober 2012 dan inseminasi (IUI) pada Juli 2013. Keduanya belum membuahkan hasil. Untuk program batab yang ke-2 ini adalah atas saran androlog Hamdani. Suami dan saya (pada akhirnya) manut saja.

Setelah mempelajari status pasien, tim dokter memutuskan bahwa saya akan diberi ‘perlakuan’ menggunakan prosedur long protocol. Jadi, begitu IUI gagal (mens bulan Agustus’13) saya tidak langsung diberi stimulasi untuk mengembang-biakkan folikel seperti pada short protocol (direct) melainkan program akan dimulai bulan depannya.

2 September 2013. Kira-kira pada siklus menstruasi hari ke-20, dokter Aucky memberi jadwal injeksi Suprefact 0,4 cc/40 IU tiap malam di subcutan dinding perut kiri/kanan dari tanggal 2 Sept sampai haid ke-2 (*meskipun haid tetap suntik). Menghadapi spuit-spuit macam begini, saya sudah biasalah yaa. Kalau bukan saya sendiri yang nyuntik ya suami.

insulin syringe si penjajah perut
insulin syringe, si penj(el)ajah perut

10 September 2013. Saya menstruasi.

12 September 2013. Pagi di RS Siloam selalu diawali pengecekan hormon Estradiol dan USG. Malamnya ketemu sama dr Aucky untuk detil protokol yang akan dijalankan. Hari ini menandai start stimulasi folikel (kantung telur). Suntikan di subcutan dinding perut 2x, Suprefact 20 IU + Gonal F 150 IU (2 amp) yang dicampur dalam 1 cc solven. Tiap sore/malam dari 12 Sep sampai 15 Sep 13.

16 September 2013. Selamat pagi spuit pengambil darah untuk mengecek hormon E2. Selamat siang dr Hendro, Sp.OG yang akan melihat perkembangan folikel melalui USG transvaginal. Selamat malam dr Aucky yang memberi resep suntikan 2x sbb: Suprefact 20 IU + Menopour 75 IU (1 amp) dan Gonal F 75 IU (1 amp) dicampur dalam 1 cc solven. Tiap sore/malam dari 16 Sep sampai 19 Sep 13.

20 September 2013. Pagi-pagi ada adegan tarik ulur spuit. Setelah tidak berhasil mengambil darah via lengan kiri, akhirnya mbak suster berpaling ke lengan kanan. Selanjutnya antri menunggu giliran USG sementara para dokter masih sibuk menangani pasien OPU maupun ET. Tak lama kemudian saya di-USG sama dokter Hendro yang konyol dan setelah selesai saya berhasil diam-diam mengambil foto ini.

tampak kantung-kantung telur (folikel) yang beranjak dewasa
tampak kantung-kantung telur (folikel) yang beranjak dewasa

 

Total ada 11 telur yang terpantau dengan ukuran paling besar 18 mm sisanya range 12-15 mm. Begitu ketemu dokter Hamdani pada malamnya, saya diberi satu kali lagi stimulasi agar folikel-folikelnya benar-benar mature (kira-kira mempunyai ukuran 18-22 mm). Kali ini suster yang nyuntik Suprefact 20 IU + Gonal F 75 IU (1 amp).

Gejala yang paling nyata dari sekian banyak suntikan Gonal F yang bisa saya rasakan ya dada mengeras dan puting menonjol. Tidak bisa disentuh bahkan oleh siraman air dari shower. Kalo bengkak atau biru-biru di perut dan lengan, adalah bukan apa-apa.

21 September 2013. Sabtu malam ada jadwal kencan di RS. Suster akan bantu menyuntikkan Ovitrelle untuk memecah telur supaya siap diambil pada senin pagi. Pesan suster minggu malam mulai jam 11 saya harus puasa makan-minum. Siap!

23 September 2013. Oocyte Capture alias Ovum Retrieval alias Ovum Pick Up (OPU). Saya jam 6 pagi sudah standby sedangkan para suster baru berdatangan sekitar 06:30. Sebelumnya, saya harus registrasi terlebih dahulu di front office sedangkan suami mengeluarkan sperma fresh-nya di ruang khusus (mandiri; sendiri; tanpa bantuan saya, hahah).

07:00. Para suster (kira-kira ada 5 orang) mulai pasang infus, mengecek tekanan darah (tensi digital sering bunyi; ini karena saya grogi), membersihkan vagina dengan cairan dingin, memberikan dua butir obat di anus, memasang belt di kedua kaki dan ada satu yang tugasnya menenangkan saya. Tampak post it kuning atas nama saya dan tulisan ‘kiri = 6, kanan = 6’, di tempel di layar monitor USG.

07:30. Dari layar itu saya bisa melihat jarum OPU menusuk folikel-menyedot cairannya sampai habis dan kempes, satu persatu sampai tak bersisa, gantian kiri dan kanan. Waktu terasa berjalan lama. Di tengah proses operasi mini itu, dr Hendro menyuruh salah satu suster menekan perut kanan saya. Sedangkan tak jauh dari meja operasi, terdengar suara dr Aucky bilang oocyte/kosong.

07:45. Operasi selesai, saya dipindah ke recovery room. Butuh waktu sekitar 15 menit untuk menghabiskan cairan infus. Dokter Hendro menyapa saya sambil senyam-senyum disela-sela menangani pasien lain, “Bu dokter, hasil panennya lumayan. Dapat 15 oocytes.” “Apa dok, 14 apa 15?” tanya saya yang pura-pura budegk sekedar memastikan. Lalu beliau tanya ke dr. Aucky dan menyebutkan angka 15 lagi. “Terima kasih ya dok!” ucap saya sembari dalam hati bersyukur mendapatkan angka ini mengingat di-cycle yang pertama cuma dapat 6 oocytes.

08:15. Sebelum meninggalkan RS, kami harus menyelesaikan administrasi, melakukan pembayaran OPU & ET plus Crinone 8% (Progresterone Vaginal Gel) sebanyak 5 biji untuk lima hari ke depan (dipakai mulai tanggal 24 Sep).

Pasca OPU selama sehari penuh, mata saya siwer, perut bawah terasa kram, kembung, kepala pening dan bawaannya pengen tiduurr terus. Tapi malam itu saya pulang ke Pasuruan. Sebagai panitia pelantikan para dokter spesialis keesokan harinya –suami butuh mengambil jas. Menginap semalam di Santos d’House.

24 September 2013. Suami telpon ruang CF RS Siloam untuk memastikan jadwal embryo transfer (ET). Setelah proses fertilisasi, akhirnya kami memperoleh 12 embryo yang akan siap ditransfer ke rahim saya Sabtu, 28 September 2013.

Hal yang saya rasakan H-1 ET adalah terdapat percikan-percikan bahagia tapi tidak terlalu meletup-letup. Saya enggan melambungkan angan dan harap agar bila jatuh tidak sakit-sakit amat. Setidaknya bila ada kegagalan, kami masih punya embrio-embrio beku yang siap ditanam kapan saja. Semoga aja langsung berhasil. Tidakkah kami pantas mendapatkannya? Bukankah memang sudah saatnya?

Bagi pembaca dimanapun kamu berada, minta tolong bantu doa. Kami tahu pentingnya keajaiban dan kesaktian doa. Oleh karenanya, kami sedang ber-genkidama, mengumpulkan doa-doa dari semesta agar Yang Maha Kuasa bersedia mengabulkannya.

Kalau mau tanya-tanya mengenai program batab di Siloam Surabaya, silahkan kirim email ke mi41215@yahoo.com, saya akan luangkan waktu untuk menjawabnya. Atau, di kolom komentar juga bolehh.

Untuk besok, bismillah…

[IVF] day by day #2

Masih setia di sini membaca kisah IVF saya? Terima kasih banyak yaa 🙂 🙂 Disekuel pertama (bisa ditelusur di link ini), ada saya yang berkutat dengan jarum suntik dan proses perkembangbiakan folikel. Walau sang kisah telah dibagi duapun, saya masih juga tidak bisa menyingkat ceritanya. Macam bertele-tele. Fiuh, padahal memang pengen menjabarkan semua perasaan dan jerih payah yang telah lalu. Haha. OKE. Mari kita lanjutkan cycle-nya..

Hari ke-12
Senin, 15 Okt 12. Harvest Time! Saya kira tim dokter SpOG dan Androlog RS Siloam ini hampir tiap pagi panen telur. Dan kali ini tiba giliran saya yang dipanen telurnya. Saya sudah cerita panjang lebar di postingan terdahulu. Dari pengalaman ini saya belajar bahwa:

Tidak baik membuat orang lain patah semangat dan membiarkan orang lain berpikir negatif akan suatu keadaan.

Jadi mulai detik ini, berhentilah cerita kepada orang yang mau menjalani program bayi tabung tentang:
1. Merananya saat OPU, walau mungkin itu yang kamu rasakan
2. Kram-kram di perut yang menurutmu sakitnya minta ampun
3. Menyatakan penderitaan orang lain lebih besar ketimbang apa yang akan/telah kita rasakan

[HAH! Ini apaa?!@#$% Haha. Curcol tentang ke-bete-an akibat perilaku dan perkataan seseorang. #Abaikan]

*

Selesai OPU, saya kan lapar sekali tuh. Tetapi Boncafe jam 8 pagi belum buka. Lantas saya dan suami pergi ke Wapo, depan Kampus B Unair. Rumput tetangga selalu lebih hijau ya, kenapaa saya tadi gak milih nasi pecel juga seperti suami. Lebih enak dibanding steak-nya :/ Ah, memang menyesal tak pernah diawal.

Setelah makan kemudian bingung, antara mau pulang sama mengiyakan ajakan suami jalan-jalan. Mata saya sebenarnya agak siwer dan kepala sedikit pening. Tetapi kasihan juga bila dia ngantar pulang saya lalu balik lagi ke Surabaya buat ngajar. Haduuh, akhirnya saya mau-in deh mampir Tunjungan Plaza.

noh! gelang pasien aja masih di tangan, enggan dibuang

Sorenya, saya limbang-limbung sendiri pake sandal jepit di Mall Ciputra World sembari nungguin suami ngajar di kampus UWK. Nongkrong-nongkrong geje di Food Court sambil nungguin jam nonton di XXI. Rencana mau lihat TED jam setengah 6-an. Ntar usai nonton langsung pulang. Eh, ternyata nentir yang ke-2 cancel. Akhirnya saya random aja, tiket nontonnya saya kasihin sama orang yang tidak dikenal. Jam 7 check-out Ciworld, jam sembilan uda nyampe rumah. Langsung tidoorr.

Hari ke-13
Selasa, 16 Okt 12. Mulai masuk kerja lagi ini yaa. Waiting list kerjaan yang harus diselesaikan, buanyak! Sampai empat hari ke depan, aktivitas siang hari berada di seputar urusan pabrik. Mengisi form aplikasi Visa Cina karyawan, mengirim datanya ke Konsulat Cina di Surabaya dan pergi ke kantor Imigrasi juga untuk update dokumen ekspatriat. Lagipula, saya kan harus cuti panjang sehabis embrio transfer. Kerjaan saya sementara harus dilimpahkan ke atasan :p

Seusai OPU, start malam ini, ada obat khusus yang berfungsi untuk menyiapkan rahim menerima janin. Semacam suplemen bagi wanita dengan defisiensi hormon progesteron. Namanya Crinone 8%, Progesterone Vaginal Gel. Sesuai namanya, obat ini memang berhubungan dengan miss v.

another dildo. LOL

Cara memakainya butuh sikap yang santai dan tenang. Awalnya memang sulit, seperti nabrak atau nyantol-nyantol saluran miss v gitu. Mungkin karena posisi yang kurang pas. Bila perlu, minta suami untuk merayu atau nonton film biru biar miss v mengeluarkan pelumas alami sehingga aplikator Crinone mudah masuk. Begini detil cara pakainya:

1. Putar dan potong penguncinya dengan telunjuk dan ibu jari,
2. Masukkan aplikator ke dalam miss v secara perlahan sampai dalam, lalu squeeze kotak perseginya untuk mengeluarkan gel sampai tuntas,
3. Gel yang di sisi ini akan menyembur ke dalam miss v. Kadang kita akan merasa seperti kentut karena ada udara di dalamnya.

Hari ke-14
Rabu, 17 Okt 12. Crinone jam 21:30

Hari ke-15
Kamis, 18 Okt 12. Kamis-kamis di kantor merasa agak horor. Pas pipis, ada keanehan yang muncul dari miss v. Ada yang keluar bergumpal-gumpal warna putih >.< Gak sakit sih, cuma kuatir aja. Ini kan berarti obatnya jatuh semua. Lak gak bisa memberikan hasil maksimal. Dohh! Akhirnya cari tahu apakah teman pengikut IVF juga mengalami hal serupa. Ternyata iya. Dan kata mereka itu tak berarti apa-apa. Cuma residu. Okelah kalo begitu.

Crinone jam 23:50.

Hari ke-16
Jumat, 19 Okt 12. Crinone jam 21:15

Hari ke-17
Sabtu, 20 Okt 12. ET-nya Katy Perry jadi pengiring perjalanan ke RS. Siloam hari ini. Eheheh. Bukan Extra-Terrestrial melainkan Embryo Transfer. Untuk cerita yang lebih detil, lihat di sini. Lalu, tau-tau sudah malam yah?! Hahah, jam 23:40 waktunya Crinone! #mehlali

Hari ke-18
Minggu, 21 Okt 12. H+1 pasca ET. Bertambah usia saya, segalanya harus lebih baik. Memang lebih baik bagi saya untuk segera menanggalkan sifat-sifat buruk antara lain: egois, penuntut, suka cemburu terhadap hal-hal yang gak perlu. Sebaiknya kita bagi aja deh kue ultahnya. Kue ultah saya, adik ipar yang beliin. Entah, masnya utang atau nitip duit ini. Hihi.

Saya sudah gak kerasan di rumah sakit. Selalu terbayang kasur rumah yang lebih nyaman dan bisa ditempati berdua. Alih-alih menunggu waktu check-out (sekitar jam 12), kami memutuskan untuk pulang jam sembilan. Pelan-pelan nyetirnya ya Sayang. Maksimal 60 km/jam.

Sesampai Bangil, kami mampir ke rumah bos B, atasan langsung yang kebetulan rumahnya dekat dengan Sarang Semut ♥ Selai. Saya serahkan kuitansi biaya OPU dan ET plus rawat inap agar bisa segera diproses untuk medical claim. Saya ceritakan proses IVF yang kasusnya memang jarang. Tidak pernah ada malah di IST. Berharap biaya itu diganti oleh perusahaan. Tak lama kemudian kami undur diri.

Sekitar waktu Isya, ibu dan adik cewek saya-Liliput bawain saya makan malam. Kayak saya ini yang demikian rapuh hingga tidak boleh memasak dulu untuk sementara waktu. Mwuehehe. Kerupuk puli, ayam dan sayur bayam. Saya tuang di piring sampai nyaris tumpah kuah sayurnya, lalu makan dengan lahap. Enaknyaa. Marem gek merem. Tak lupa Crinone jam 22:30.

Hari ke-19
Senin, 22 Okt 12. Cuti. Ada injeksi Pregnyl dengan jarum suntik lebih besar dari jarum suntik insulin. Wow! Dasar suami ni sukanya nyuntik-nyuntik, makanya dia yang akhirnya menginjeksi saya di pantat kanan (Eh, gak ada hubungannya ya?). Selulit dilihat suami? Ah, gpp! Kami saling cinta selulit pasangan. Dan yang paling asyik, bila disuntik tak menimbulkan rasa sakit. Weee 😀

Sarapan masih bisa dengan lauk dan nasi sisa semalam. Tetapi siang hari, suami membelikan makan di warung langganan sebelum pergi meninggalkan saya untuk mencari nafkah di Surabaya. Kemudian saya sendirian di kamar. Ketap-ketip lalu tidur. Dan bangun. Lalu mainan socmed. Ngantuk lagi. Bangun tidur lihat tv (kalo sekitar jam tujuh malam saya bilang lihat tv, itu berarti lagi nonton The Big Bang Theory). Kemudian menemani malam sampai suami pulang. Jam 23:00 si Dia mengingatkan: “Crinone-mu Yang!”

Hari ke-20
Selasa, 23 Okt 12. Masih cuti. Pagi sekitar setengan 6, datang serombongan keluarga bos B. Anak yang paling kecil digendong, yang paling besar jalan kaki sama ortunya, sedangkan yang nomor dua-naik sepeda. Wah, ini saya belum pernah menerima tamu jam segini pas belum mandi pulak! HAHA. Hmm, ada apakah gerangan?

Hoo, ternyata beliau mengembalikan kuitansi-kuitansi yang saya berikan kemarin lusa. Wuih, sedihnya. Alasannya, program batab tidak termasuk dalam pemeliharaan kesehatan. Padahal di Cash Payment Slip uda ada tanda tangan Presdir loh. Hiks, kenapa lantas tanda-tangannya diurek-urek? Setelah mereka pulang, saya lantas menyepi di kamar. Suami menemani, berusaha menenangkan gejolak yang saya rasakan.

Pada hari ke-20 IVF, aplikasi Crinone dilakukan pada pukul 23:10.

Hari ke-21
Rabu, 24 Okt 12. Tetap cuti. Hihi. Crinone jam 00:05. Uwoo, tadi ngapain aja baru bisa aplikasikan Crinone jam segini? Hehe.

Hari ke-22
Kamis, 25 Okt 12. Apa kabar pabrik? Tanpa saya, semua tetap lancar ya? Baiklah.

Kalau di rumah sendirian dan tidak ada yang bisa dikerjakan, mau apa lagi coba kalo bukan eat-pray-love (baca: tidur)? Diwaktu senggang kadang meraba-raba perut, siapa tau sudah ada penghuninya. Lalu baca-baca (headline) koran. Tidur dan bangun hingga terdengar suara takbir dari masjid sebelah. Hati terasa sejuk, nyaman dan syahdu.

Baby Hiu kena macet di jalan menuju pulang. Biasalah, sebelum long weekend, tingkat arus mudik cenderung tinggi. Apalagi pas malam takbir Lebaran Haji begini. Meski tak seramai Idul Fitri, tetap saja si doi terlambat satu jam dari ETD. Setelah makan, gosok gigi dan cuci kaki kami bobo sambil saya memegang lengan atasnya yang dempal. Tak lupa mainan Crinone dulu. Haha (23:16).

Hari ke-23
Jumat, 26 Okt 12. Oke! Ini plesiran pertama saya setelah beberapa hari di’pingit’. Jam lima pagi, ke Pasuruan buat sholat Id di masjid sekitar Santos d’House (rumah ortu). Seperti mengejar matari, kami meluncur sekencang laju siput ke arah timur. Ibu surprais saya datang. Mampir, leyeh-leyeh sebentar di kamar. Begitu ingat harus segera suntik penguat kandungan, kami undur diri dan membawa pulang buah matoa.

10:00. Injeksi Pregnyl by baby hiu
23:00. ‘Injeksi’ Crinone by me

Hari ke-24
Sabtu, 27 Okt 12. Crinone jam 23:29

Hari ke-25
Minggu, 28 Okt 12. Crinone jam 22:00

Hari ke-26
Senin, 29 Okt 12. Saya keluyuran lagi hari ini. Bersama suami pergi ke Carrefour, beli sembako sama beberapa kosmetik kamar mandi. Di jalanan sungguh panas dan gerah. Ini mungkin dikarenakan sayanya suka semedi di kamar. Jadi suasana suhu yang ekstrim bikin kaget. Saat senggang di mobil, saya monitor kerjaan dari HP. Sempat chitchat sama Mba Ana tentang bagaimana perasaan dia H-1 sebelum ‘pengumuman’. Tak terlalu menyukai bad-surprais, akhirnya doi melakukan HPT. Tapi tak memberitahukan hasilnya kepada saya.

Suami pulang mengajar pada pukul 23:00 dalam kondisi basah kuyup. Kesiaaan. Ini kali pertama hujan mengguyur Bangil. Akhirnyaaa. Seketika bau tanah berhamburan dimana-mana, mawar jambe di halaman bersorak kegirangan, sedang saya membatin: “Semoga hujan menjadi sebuah pertanda baik bagi kami.” Dan sebaiknya memang lekas tidur agar besok lebih segar dan bugar. Aplikasi Crinone pukul 22:00.

Hari ke-27
Selasa, 30 Okt 12. Jam 06:00 meluncur Siloam. Saya merasa tidak punya firasat apa-apa. Tidak terlalu memikirkan keberhasilan program itu. Saya hanya merasa bergairah, membayangkan diri menyampaikan berita gembira ke siapa saja. Bersamaan dengan itu, benak saya berkata bahwa “blastocyt itu akan jadi anak laki-laki sedangkan morula akan jadi anak perempuan”. Tetap optimis bos!

Sesampai di Siloam, saya celingukan nyariin Mba Ana. Kemarin saya sampaikan kalo sudah siap ambil darah sekitar  setengah 8. Gak janjian juga sih mau ketemuan. Yaa, bila jodoh pasti ketemu. Tapi disepanjang mata memandang, tidak bisa saya temukan sosoknya. Oke, lebih baik ke toilet dulu untuk memenuhi panggilan alam. Pipis dan pub.

Pas antri di ruang CF, ndilalah sudah duduk di samping saya simbak yang dicariin. Lalu kami pergi ke ruangan di ujung untuk tes β~hCG secara bergantian dilanjut membayar biaya tes dan duduk-duduk di tempat antri untuk rumpi pagi. Foto-foto lagi.

wif happiest ivf-mate, ana furger

Sempat ketemu sama mba Febi. Lalu dia cerita sesuatu yang sedih dan mengkhawatirkan. Semoga flek-flek yang dialami tidak berarti apa-apa ya Mbak. Tak lama akhirnya kami berpencar. Mba Ana yang mau nonton, Mba Febi yang mau istirahat aja di kos-an. Saya? Mau sarapan ah.

Padahal lapar benar, tapi bingung mau makan apa. Setelah putar-putar dan tidak kunjung mendapatkan insight makanan yang hendak disarap (#eh), suami ngajakin ke Gresik buat ngeliatin proses pembangunan rumah Oli, adiknya. Waduh, jau amir! Akhirnya perut kesayangan bisa sarapan soto daging buatan mertua. Alhamdulillah.

Pukul 11, saya gatal buat tanya hasil lab. Kemudian saya beranikan diri nelpon Siloam. Widiih, grogi setengah mati. Mana AC di kamar dingin banget. Jiaan, sikilku anyep tenanan! Sama suster disambungkan sama dokter. Lalu, meski suaranya jauh, saya masih bisa dengar waktu dokter Aucky bilang level β~hCG saya berada di zona abu-abu. Nilai 13 itu mengindikasikan sayanya positif tapi bisa gugur. Deg! Padahal saya tau pasaran nilai β~hCG untuk kehamilan ganda adalah 400-an. Air yang keluar dari mata saya, entah menyiratkan apa.

Malam ini rasanya pingin skip ketemu dokter Hamdani dan tes β~hCG ulang di lain tempat sebagai perbandingan. Faktanya, kami ketemu dia jua jam 18:30 buat konsultasi dan urung melakukan tes lagi. Beliau memberi info nilai progesterone sebesar 17 dan anjuran untuk Crinone free sampai ada instruksi lanjutan. Lusa tes ulang.

Hari ke-28
Rabu, 31 Okt 12. Saya masih perlu cuti lagi. Saya enggan masuk kerja; mau istirahat saja. Sebenarnya sudah dari awal bulan saya mau bikin tutorial make-up Halloween tapi mana sempaat. Bahkan hari ini. Seolah sedang nganggur tetapi kepala disibukkan menyusun banyak tanya penasaran, yang saya tak tau jawabnya hingga besok 😦

Mungkinkah nilai β~hCG bisa naik drastis? Sebaiknya saya makan apa?

Jadi, morula saya ya yang tak mau nempel. Nilai 13 itu pasti indikasi nilai blastocyst-nya ya?

Nilai progesterone 17 itu efek Crinone-kah?

Kalau β~hCG naik dan saya dinyatakan hamil kuat. Apakah masih tetap dengan kehamilan ganda?

β~hCG yang dari awal meragukan, bagaimana dengan perkembangan janin nantinya? Bisakah ia berkembang dengan sempurna?

Bagaimana bila satu janin gugur di tengah jalan? Atau mereka berhasil bertahan tapi lahir dengan kecacatan?

Naudzubillah.

Semoga Allah memberi kami segala yang terbaik.

Hari ke-29
Kamis, 01 Nov 12. Lagi-lagi cuti.

05:30 Heading Siloam for blood test (again) then go home
13:15 β~hCG result 4 (by phone) 😦 😦 😦

Suami tidak membiarkan saya bersedih. Lalu dia ngajakin menyetrika Surabaya sebagai pengalih perhatian. Malamnya ke Food Festival di Pakuwon City. Nongkrong makan tahu gejrot sambil membahas rencana lanjutan. Diantaranya wacana bahwa saya mesti berhenti kerja dan pindah rumah (tinggal di Surabaya saja) dan sebagainya. Kami saling menguatkan demi menyiapkan masa depan yang lebih baik. Sementara sih masih hanya ada kami berdua. Yaa, sampai saat itu tiba. Sampai ada anak-anak yang menemani tawa kami..

 

Kecup semanis ketchup,

miaw