topi baret

Topi saya bundar
Bundar topi saya
Kalo tidak bundar
Bukan topi saya..
(Cipt. Pak Kasur)
miartmiaw.wordpress.com

Baret merah cantik ini pemberian Saskia Ramadhani ketika dia tour 6 negara; berlibur ke Paris-Belanda-Belgia-German-Swiss-Italy (ebuset!) akhir tahun 2012 lalu. Belinya pas di Paris. So sweeet, isn’t she?

Tanya saya: Paris dimana sih?
Jawab hati: Ada tuh, di peta!
Tanya saya: Yang ada Menara Eiffel itu ya?
Batin hati: Di BNS juga ada.
Saski? Who is she?
Saski dan saya saling mengenal belum lama. Dia itu murid les suami saya. Bahkan saya tidak ingat bagaimana cara kami berkenalan. Saling kontak hanya via socmed. Seringan chatting di BBM. Seringan saya ngamatin timeline-nya. Menurut simpulan saya, Saski itu seperti yang dia tulis di bio twitternya: Daddy’s Little Girl (#eaa). Tapi jangan salah, doi bisa juga kok berkata-kata secara dewasa.
Sekarang Saski tercatat sebagai mahasiswi Kedokteran UHT Surabaya yang sedang menyelesaikan skripsi. Resolusi Saski untuk tahun 2013 adalah no more galau, no more jomblo. Tapi yang terpenting dari semua itu, ketika menikah nanti, doi ingin dilamar dengan Hermes Bag sama sepatu Louboutin. Dear para dokter bedah, ini dia kriterianya. HAHA.
Setelah diingat-ingat, kami pernah ketemu ding! Di tempat les. Cuma ya sekilas saja; sambil lalu gitu. Karena komunikasi agak kaku. Mungkin karena jarang ketemu. Jadi bingung mau ngomong apa. Ke-dua, di Tunjungan Plaza. Saski sama mamanya ngemall, saya rame-rame. Juga ngemall bareng adik, suami dan ibu. Umm, dimana lagi ya? Di mimpi! Mimpi siang bolong. Waktu itu Saski ngajakin saya ke Paris karena saya mahir bahasa Prancis. Doi jadiin saya semacam guide buat nggebet cowok-cowok yang berbahasa seseksi bodinya (Ihh, namanya juga daydream).
Akhir-akhir ini memang saya demen sekali dengan aksesoris topi dan sedang berkonsentrasi untuk berjualan topi. Rupanya Saski melihat hobi baru saya sampai plesirpun ketika melihat topi, doi jadi keingat saya. Aih, jadi terharuu :’)
Dibelikanlah saya satu topi. Saya tidak tahu tipe-warna-model topi seperti apa yang dia belikan untuk saya sebagai oleh-oleh. Saski hanya memberi petunjuk yakni:
1.       Sering dipakai cewek-cewek Prancis
2.       Modelnya khas Prancis
Karena tertarik pada bisnis topi, pengetahuan saya mengenai pertopian menjadi sangat ‘lumayan’. HAHA. Saya banyak browsing di internet mengenai berbagai jenis topi, manfaat topi, tata krama memakai topi sampai penggunaan topi secara tepat sesuai bentuk wajah. Termasuk jadi tau kalo cewek Prancis suka pake baret.
Saat saya mencoba menebak teka-teki yang dikasi Saski dengan TOPI BARET, dia hanya bilang: “Rahasia!” Dan rahasia itu terbongkar ketika saya membongkar kemasannya. HOHO, I was right! Yeah \m/
dear Saski, for the lovely French Red Beret, merci..
Meski saya jualan topi, tapi untuk yang satu ini tidak akan saya jual. Iyalaaah. Kan cindera mata, masak dijual. Mau tahu gaya saya memakai topi Baret pemberian Saski? Cekidot!
miartmiaw.wordpress.com
Lalu, foto berikut adalah saat saya melihat pertandingan sepak bola antara Newcastle vs Chelsea di Stadion St. James Park, Newcastle (#eaa lagi) 😀
ini kumisku, mana kumismu
ini kumisku, mana kumismu

xx,

Diti

P.S. Kalau kalian suka postingan ini, follow twitter @diaritopi dan Like Facebook Fanpage Diari Topi. Terima kasih 🙂 🙂

guna topi

My dear Hat Lovers,

Ingat pesan Diti. Untuk mengawali hari, gunakanlah topi tanpa mengucap kata tapi. Tapi KENAPA? Eh, tet-tot!

Oke. Biar gak penasaran, yuk kita ungkap rahasia mengapa seseorang (harus) memakai topi dan belajar dari pengalaman Diti.

1. A Form of Uniform

Aturan dibuat untuk ditaati. Biar teratur dan rapi, betul? Diti jadi ingat bahwa tiap kali upacara bendera di sekolah, setiap siswa wajib mengenakan topi. Kalo ada yang kelupaan tidak membawa dan memakai topi, maka kita akan dikenai pasal indisipliner, lalu dihukum. Disetrap; berdiri menghadap semua peserta upacara. Aduh, malu /o\

2. Hugging Head

Jaman susah, petani harus mencangkul untuk menggemburkan sawah. Jaman sudah berubah, para petani tetap harus berada di tengah-tengah sawah demi mengumpulkan hasil panen; menggilingnya dengan mesin hingga menjadi gabah. Bulir padi yang terpisah dari tangkai menjadi saksi keperkasaan sang raja siang. Nah menurut pengamatan Diti, itulah guna topi bagi petani; melindunginya dari terik mentari.

3. Heat the Head

Waktu itu ke Bromo untuk kali pertama. Bonek (bahasa Jawa: bondo nekat) saja tanpa membawa topi, jaket tebal dan sarung tangan. Ngeeeeng! Diti naik motor ke sana (*lebih tepatnya dibonceng). Ndilalah, dinginnya anjirrr! Membuat darah di kepala beku tiada tara. Kalo sudah begitu, otak mangkir bila diajak untuk berpikir. Beruntung ada penduduk lokal yang menyewakan jaket dan kerpus. Diti urung mampus.

4. Hat Shadow

I am the b!tch of the beach. Meminta bantuan pohon bakau yang rindang untuk menciptakan bayang agar kita leluasa melenggang, tak mungkin kan? Padahal lagi ingin merasakan deburan ombak yang bergelung; menggulung kaki. Jadi, menyisir pesisir pada tengah hari belum lengkap tanpa memakai topi.

20130105-120420.jpg

5. Reach the Sky

Bila terlahir memiliki tinggi tubuh dibawah rata-rata, maka ada alternatif cara untuk menyiasatinya. Seperti Diti nih, tidak perlu minum suplemen tertentu dan jadi korban iklan alat peninggi badan. Cukup membuat ilusi pada diri; dengan mengenakan topi pencakar langit seperti topi pesta atau jenis topi penyihir. Yang berkarakter lancip, tinggi dan cocok digunakan sebagai penangkap petir. Hihi.

 

That’s all i guess. Hehehe, adakah Hat Lovers yang ingin menambahkan kegunaan topi? One cute reason, why we wear hats. Why why why… *echoing*

Heart in hat shapes,
Diari Topi

Twitter: @diaritopi http://bit.ly/UdW5dt
Facebook: Diari Topi http://on.fb.me/ZwTkuE

vote topi

Heiho Hat Lovers,

Ikutan VOTE yuk!

 

Dari gambar-gambar di bawah ini, manakah topi favorit kamu?

Menjawabnya mudah dan sederhana. Caranya:

1. Klik bulatan kosong di sebelah kiri nama topi

2. Klik vote

It’s so easy, fun and free 😀

 

 

Atas partisipasi poling topi Diti, makasih ya udah gabung di sini.

Sedinoan udan deres

Gusti Pengeran sing mbales

 

:3

Diari Topi

logo topi

Kira-kira, apa jadinya ya kalo ada brand/toko tanpa logo? Seperti tak punya identitas, gitu kali yah? Hem, hem.. Demikian dengan toko topi yang dipunya Diti. Setelah sebelumnya diribetkan dengan nama toko, sekarang malah pemberian logo. Supaya tidak melongo, baiklah Diti akan paparkan karakteristik logo yang Diti mau. Seperti apa itu?

Silhouette

Logo Diari Topi pengennya mirip Apple atao Nike. Simply silhouette. Harapannya, dengan hanya melihat logo semua orang tahu kalo, “Oh, itu toko topi trendi – Diari Topi!”

Eye-catching Color

Penerapan warna sih fleksibel. Artinya logo Diari Topi bisa cocok dipakein warna apapun. Hanya untuk warna dasar logo, Diti mau warna Fuschia (pink-keunguan) yang punya karakter centil, girlie dan menarik perhatian. Pas beredar di news feed facebook atau timeline twitter, avatar eyecatching bener. Pokoknya, asal bukan warna merah.

Cute Content

Karena tentang topi, logo mesti mengandung unsur topi —for sure! Bukan jenis topi penyihir melainkan topi pantai yang riang dan santai. Logo juga harus menggambarkan sang pemilik toko topi trendi, yang seorang Lady. Hihi.

*

Then, whott? Bagaimana ini cara memvisualisasikannya? Diti needs Graphic Designer! Kemudian Diti menyusuri jalan protokol, mengelilingi alun-alun hingga sampai depan gedung DPRD, meneriakkan yel-yel: “Beri Diti Graphic Designer, YES?!” <– yang kayak gini namanya ngaco.

Setelah berusaha tanya sana-sini, mengumpulkan informasi, Diti finally berjodoh dengan seorang Desainer Grafis yang handal dan berbakat. Sehari-dua hari fase SKSD dan mengutarakan maksud, follow up terus pada hari-hari berikut hingga pada hari ke-7, eng-ing-eng!

 

LOGO TOKO TOPI TRENDI – DIARI TOPI

credit to Afrizal Novian aka Mas Tipen
credit to Mister Afrizal Novian a.k.a Mas Tipen

 

FYI. Diti sama Mas Tipen kagak pernah jumpa loh. Saling sua untuk bertatap muka, tiada. Diti cuma beri gambaran mengenai seluk-beluk diri dan keinginan hati, supaya bisa lebih ‘menyelami’ karya cuma via BBM. Plus SMS. Hasilnya? Love at first sight (#tsah!). Diti langsung IYA tanpa banyak kritik.

Kenapa oh kenapa —langsung IYA tanpa banyak PINTA? Karena eh karena.. serasa melihat diri sendiri! Hihi. Hanya teman-teman yang bisa bantu mengekspresikan perasaan. Ibaratnya, mereka ini perpanjangan lidah Diti. Mari kita simak penuturan berikut:

Teman kuliah Diti, Ruri, bilang kalo logonya mirip Diti ;;)

miartmiaw--diti logo

 

Bu Arga waktu lihat DP BBM  nih (*Mia itu nama lain Diti):

arga san says so

 

Lalu ada Vera, teman kos jaman kuliah. Vera bersumpah kalo logonya, Diti bangeeet!

miartmiaw--logo topi

miartmiaw-- logologo diti

 

Nah, beginilah kata dunia tentang logo toko topi Diari Topi. Bagaimana menurut Hat Lovers, logonya oke tak?

xx,

Diti

Follow twitter Diari Topi = http://bit.ly/UdW5dt

Like Facebook Fanpage Diari Topi = http://on.fb.me/ZwTkuE

 

 

 

 

foto topi

Halu Hat Lovers!

Mau crita-crita dikit tentang pemotretan nih! Kali ini bukan tentang sekedar ambil gambar loh. Yang tinggal jepret itu? Nooo! Diti mau motret topi. Nah supaya hasil gambarnya bagus seperti di iklan, harus ada teknik khusus. Untuk seorang pemula, saya rasa foto produknya sudah cukup oke buat dipajang di halaman Facebook. Hehe.

Yang perlu saya siapkan untuk membuat studio foto mini di Ruang Topi, yaitu:

  1. Styrofoam Board alias gabus dengan ketebalan 2 cm. Tinggal beli di toko buku. Ukuran gabus biasanya standar, sekitar 1 x 1 m (5 pcs)
  2. Lampu belajar dengan nyala lampu warna putih yang terang dengan menyesuaikan besaran watt-nya (2 pcs)
  3. Manekin
  4. Cutter
  5. Lakban bening
  6. Canon camera 1000D; lensa fix EF 50mm F/1.8 (*kamera digital biasa juga bisa saya rasa)

Karena terlalu besar, saya potong gabusnya menggunakan cutter dan membuatnya menjadi bentuk persegi (semacam rumah-rumahan). Merekatkannya dengan lakban bening.

Brownie Bow Photoshot
Brownie Bow Photoshot 😀

Meletakkan lampu belajar sedemikian rupa menghadap obyek kemudian menyetel flash light kamera.

BB on spotlight
BB on spotlight

 

Hasil fotonya akan seperti ini:

Wow! Silau maan
Wow! Silau maan!

 

Setelah berbagai macam pose terkumpul, yang paling baik dipilih. Kemudian diedit pakai Photoshop cuma buat ngatur curves sama sharpen. HALAAAH, saya gak ngerti gunain PS >.< Akhirnya minta bantuan aplikasi Smilebox di iPad untuk foto college. Tak lupa dikasi judul Diari Topi dong buat copyright. Fiuh! *lap kringet*

 

Ini dia hasilnya. Ciluuukba!

Genitnya si Brownie Bow ;;)
genitnya nih, si topi soklat

 

Sekian, sekilas mengenai product photography. Apabila ada yang perlu ditambahkan, silahkan. Dengan senang hati menerima feedback dari Hat Lovers 😀

 

Xx, Diari Topi

Follow twitter – http://twitter.com/diaritopi

[kuis diti #1] the first hat

Hai Hat Lovers!

Diari Topi akan bagi-bagi hadiah buat kamu semua. Hadiahnya apa? Wueeh, pada penasaran kan? Di debutan #KuisDiti kali ini akan ada enam orang pemenang yang berhak mendapatkan:

5 pulsa @ Rp 10.000,-
1 buah topi pantai Brownie Bow

Caranya gampang banget. Nih, kamu cukup mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Follow Twitter @diaritopi
2. Like Facebook Fan Page Diari Topi
3. Twitpic ‘The First Hat’ dengan format: judul foto/ulasan menarik -mention @diaritopi -cantumkan hashtag #KuisDiti
4. The 1st Hat bisa berarti topi pertama kamu, topi pertama anak kamu atau topi pertama hewan peliharaan kamu. Interpretasi bebas yaa 🙂
5. #KuisDiti dimulai kamis, 06-12-12 (6 am) sampai sabtu, 08-12-12 (8 pm). Pemenang akan diumumkan hari Minggu tanggal 09-12-12 (9 pm).

So, tunggu apa lagi. Buruan ikut #KuisDiti yuk Hat Lovers! Siapa tau kamu yang beruntung mendapatkan pulsa atau topi cantik ini.

brownie bow

Xx,
Diari Topi

let’s talk about hat

mother and her little girl
mother and her little girl

 

Once upon a time..

Ada seorang ibu yang selalu memakaikan topi imut kepada buah hatinya yang masih mungil. Didandanilah dia punya baby girl. Dijahitkan sebuah baju dengan rok mekrok, kadang dipakaikan sepatu dengan kaos kaki putih senuansa rok dan tak lupa diberinya sang buah hati sebuah penutup kepala.

Ibu tadi tak menyadari bahwa kebiasannya memakaikan topi kepada anaknya malah membuat rambut sang buah hati jadi sukar tumbuh. Tapi, apa iya karena itu? Yang pasti, si kecil jadi demen memandangi diri di cermin ketika dipakein topi. Kalau sudah berkaca, dia seolah menemukan seorang teman. Ada sebaya yang mengerti dirinya.

Pada suatu sore setelah mandi, ibu memanggil tukang foto keliling yang kebetulan lewat di depan rumah kontrakan. “Pak, pak! Fotoin kami ya Pak!” begitu pinta ibu. Jaman susah, ibu tak memiliki kamera. Untuk foto bersama, begitulah caranya.

 

Ya, ya, ya, ya.

Itu sayaa. HAHAH 😀 Menurut pantauan sepanjang mata memandang, saya memang makin cakep kalo memakai topi. Percaya deh sama saya kalo topi itu benda ajaib! Tengok tuh buktinya. Saya hanya perlu memakai topi, bukannya tiara. Di sini, fungsi poni bisa digantiin sama topi. Dan dahi lebar ibu yang nurun ke saya bisa dicover dengan sempurna. Ulala!

 

Salam,

Diti dan Mia