30 weeks

Halo..

Ternyata saya masih bisa survive dari kendala menghadirkan chalkboard-art 30 minggu kehamilan. Biasanya sih saya nggambarnya sambil duduk dan papan tulisnya bubuk. Sekarang posisi seperti itu sudah tidak memungkinkan karena ada fase dimana saya mesti sedikit membungkuk. Nah untuk periode ini, saya menggambarnya tetap duduk di lantai tapi si papan tulis saya vertikal-kan. Untuk ‘coretan’ di posisi bawah, chalkboardnya tinggal diletak di meja lipat. Jadi, posisinya sedikit lebih tinggi dari perut dan tanpa ada episode membungkuk-bungkuk segala. Sedikit rumit yah, HAHAHA.

Oke, segala urusan galau/menye-menye karena ditinggal suami tour of duty di RSUD Jombang selama tiga minggu telah berakhir. Kami kembali bisa bobok bersama, suami bisa kembali bonding via perut dengan anaknya dan saya balik ke rutinitas: kasi losion plus urut telapak kaki-kapalan suami menjelang tidur. Bahagia saya kian komplet aja pokoknya. Tsah!

Senin lalu (8/12) saat tiada petir dan hujan di ba’da maghrib, saya tiba-tiba bikin appointment antenatal care dengan dr. Supratiknyo, SpOG. Mbak admin memberi antrian #25 yang artinya saya baru bisa masuk ruangan untuk kontrol kandungan sekitar pukul 22:00 WIB. Alamaak! Tapi gpp, estimasi saya ntar bisa dijemput suami sepulang TOD karena dia berangkat dari Jombang ke Surabaya jam 21:00. Tapi gak berharap banyak untuk dijemput sih, lawong waktu kepulangannya gak pasti.

Tempat praktek dokter Tiknyo deket dari tempat saya tinggal. Argo taxi juga ga sampai 10 ribu, maka dari itu saya berangkatnya mepet, jam sepuluh kurang sepuluh. Selesai daftar ulang, saya tinggal menunggu giliran. Berada di ruangan temaram dan duduk-duduk di sofa yang empuk, lumayan membikin ngantuk. Tepat pukul 22:30 saya masuk ruangan 2 untuk disiapin periksa, sedang dokter berada di ruangan satu (masih) melayani konsultasi pasien sebelumnya. Eh, ternyata saya mesti pindah ke ruangan satu. Lumayanlah bisa mengulur waktu. Beruntung, tepat saat di-USG suami bisa menyelinap masuk.

Biar kenaikan berat badanya saya empot-empotan, tapi bayi saya super sekali beratnya. Setara dengan kehamilan 33 minggu (2100 gram bok!), padahal kan 30/31 minggu. Usia sekian, kepala bayi sudah berada di bawah. Dua kaki dengan tulang semakin kuat dan padat yang seringkali nendang dada saya sudah berada di atas. Makin tinggilah frekuensi berkemih saya karena sering di’heading’ tuh kepala. USG 4D pada usia kehamilan 30 minggu memang tidak disarankan, karena si jabang bayi sudah meringkuk sedemikian rupa. Deuh, gak keliatan!

my bebi belly at 30 weeks
my bebi belly at 30 weeks

How far long: 30 Minggu
Gender: Perempuan
Total weight gain: 11 Kg
Belly button in or out: In.
Maternity clothes: Mulai hunting daster breastfeeding friendly (baca: kancing bukaan depan).
Stretch marks: Tidak ada.
Sleep: Kalo sudah capek nganan-ngiri-nganan-ngiri pasti tertidur sendiri.
Best feelings this week: Papa pulang TOD dong! Sama liat perkembangan Bebi.
Worst feelings this week: Aman terkendali.
Movements: Bayi saya berlagak ‘shy shy cat’ saat segala gerakan heboh dan menggemaskan di dalam sana hendak divideoin mamaknya.
Cravings: Segala sesuatu yang berbau mie.
Queasy or sick: Ngos-ngosan yang jadi juaranyaaa.
Looking forward to: Mudik. Kangen ortu, sudah sebulan tak bertemu.

foto favorit misua hahaha
foto favorit misua hahaha

with love,

miartmiaw

Advertisements

2 thoughts on “30 weeks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s