4D ultrasound

Begitu saya update display picture blackberry messenger dengan foto hasil USG 4 dimensi anak saya, satu persatu atensi dari teman dan saudara masuk. “Imut kayak kamu.” –Fina “Mancung banget hidungnya!” –Mama Aurly “Imut wajahnya, mungil-bulat.” –Ila’ “Pipinya chubby.” –Mama Ameera dst.

pipi kanan ada lesung nya kah itu?
pipi kanan ada lesung nya kah itu? ;;)

Sanjungan dari kerabat menjadi pelengkap kebahagiaan saya dan suami sepulang dari RS Putri. Malam itu (5/11) kami mendadak datang ke rumah sakit khusus Obstetri dan Ginekologi di Surabaya untuk bertemu dr. Agus Sulistyono, SpOG (K). Sempat was-was kalau beliaunya tidak bisa ditemui karena belum buat janji. Sedangkan Dokter Agus-Sul harus segera beralih ke klinik di Kertajaya 😦

Sebenarnya, pada hari minggu kami sudah buat appointment untuk Selasa (4/11) pukul 19:00 WIB dan pada hari H saya sudah datang ke RS Putri, sendiri. Berharap agar suami segera menyusul yang kala itu masih ‘terjebak’ di RSDS; hingga saya mempersilahkan antrian terakhir untuk masuk ruang USG 4D terlebih dahulu. Tetapi nyatanya, suami tetap berhalangan hadir.

Nah daripada saya tetap masuk ruangan tanpa suami, mendingan saya cancel aja. Sayang kan, kalau sudah mengeluarkan biaya sekian rupiah tapi sang papa tidak bisa nengokin anaknya. Dengan lunglai dan penuh perasaaan kecewa, saya putuskan untuk pulang, tanpa kembali membuat reservasi. Sebagai residen Obgyn, jadwal kepulangan suami memang tidak bisa diprediksi.

Mengapa kami memilih dr. Agus Sulistyono, SpOG (K)?

Pertama, karena beliau merupakan salah satu dari beberapa staf ahli fetomaternal RSUD Dr Soetomo Surabaya. Berhubung suami saya seorang residen Obgyn RSDS, tentu saja dia banyak tahu akan sepak terjang beliau. Terakhir sih saat memberikan materi Siang Klinik “USG 4 Dimensi” 18 Oktober 2014. Kala itu, saya sempat merengek ke suami minta jadi pasien coba, tapi doi malu sama teman dan seniornya. Hahaha :’D

Expert banget pokoknya. Kalau sudah pegang alat USG, matanya berpindah ke alat itu. Dokter Agus-Sul orangnya ramah, down to earth dan bisa menjawab segala haus tanya.” kata suami suatu waktu.

Kedua, sesuai dengan rekomendasi keluarga dan beberapa teman sejawat suami.

miartmiaw - USG 4D
dear om tante – bude pakde, saya mirip siapa hayooo..

Jadi, beberapa orang beranggapan bahwa calon bayi kami ini lebih mirip saya. Tapi saya kok merasa si Ayang lebih membentuk siluet papanya. Terutama manyun bibirnya ketika tidur. Juga kombinasi rahang kekotakan dan dagu yang cenderung lancip, sedangkan punya saya agak berbelah. Kalau mancung hidung kayaknya mirip Mbahkung Santoso (bapak saya). Ah, itu mah mamanya yang ngarep!

Beberapa pertanyaan/kekuatiran yang sering terlintas di pikiran saya sebelum USG:

Dua minggu terakhir berat badan saya stagnan, naiknya cuma sehabis makan. Jangan-jangan si bayi tak berkembang?!

Mungkinkah ada kelainan fisik dan organ dalam pada bayi saya?

Apakah jemarinya berjumlah lima pada masing-masing tangan dan kakinya? Bagaimana dengan pertumbuhan tulangnya, baikkah?

Mama sudah keliatan buncit banget, berat badan Ayang sekarang berapa ya kok terasa berat nih bawanya?!

Si Ayang beneran cewek kan? Apa mungkin bisa beralih jadi cowok sedangkan mama sudah beri pengumuman ke semua orang?

Pikiran itu kebawa sampai sebelum masuk ruang USG 4D loh. Saya mules, deg-degan dan pipis-pipis terus saking groginya (2x dalam setengah jam antri). Kayak mau sidang skripsi aja rasanya. Begitu masuk ruangan dan rebahan, mulai siap deh bertemu anak. Kaki beranjak menjadi hangat. Ini bisa jadi karena kaki saya ngumpet dibalik  bedcover. Suami berdiri di samping kiri saya sedangkan Dokter Agus-Sul duduk di sebelah kanan saya; menghadap monitor.

Saat diUSG, anak kami lagi nunduk mukanya, seolah sedang ngumpet. Adakalanya heboh nendang-nendang, ninju-ninju dan tangan berpose ‘capek deh’ (minjam istilah pak dokter). Beruntung sang dokter pandai menunggu dan menangkap momen supaya dapat hasil foto yang bagus.

Senyum saya terus-terusan merekah, wajah berseri-seri, hatipun jadi sehangat kuku yang diliputi bahagia dan rasa haru. Beginilah gambaran perasaan orang tua ketika mengetahui calon anak tumbuh dengan sehat dan sesuai harapan. Hilang semua kekuatiran.

26w2d | estimation fetal weight: 984 gr
26w2d | estimation fetal weight: 984 gr

Kesimpulan dokter: “Pada pemeriksaan USG didapatkan janin tunggal, hidup, intra-uterin. Tidak didapatkan gambaran kelainan congenital mayor. Tidak didapat petanda soft tissue marker untuk aneuploidy. Janin sesuai dengan kehamilan 26-27 minggu. Gambaran plasenta normal. Jumlah cairan amnion normal. Aliran darah pada uterus dan janin normal. Gender labia.

Alhamdulillah (:

Terima kasih dr. Agus Sulistyono, SpOG (K)

Salam,

miartmiaw

FYI. Biaya USG 4D di RS Putri Surabaya adalah Rp 700rb.

Advertisements

9 thoughts on “4D ultrasound

    1. Hahaha. Giliran aku skr yg ga tau arti ceng-cengan. Mesti googling dulu kmdn ngerti. Dicela cela becanda, dibully mesra gitu kaliyaa maksudmu? Haha.
      Di tempatku ada istilah ngaceng artinya ereksi, sekilas aku mengasosiasikannya dg kata itu (*bukan lantas membayangkan milik suamiku loh yaa 😂)

  1. alhamdulillah normal semua ya ^^
    dulu waktu hamil belum usg 4D..biaya 700 itu udah dapat CD ?
    Apa bener durasi usg 4D lebih lama daripada usg biasa?
    sehat sehat yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s