[IVF] day by day #1

Pernah ditanya, “Program batab kamu yang long apa short protocol?” Waduh, panjang apa pendek ya? Saya ngerasanya sih seperti tagline iklan Choki-choki, ‘Paaanjang dan laamma’. Tetapi, karena berhasil curi lihat status pasien atas nama sendiri, ada semacam checklist dokter berkop SHORT PROTOCOL. Nah!

Bagi sebagian orang yang tidak tahu bagaimana program itu dijalankan mungkin penasaran. Baiklah, simak kronologisnya di Day by Day saya berikut ini: (*Akan jadi posting yang … *mwoaah* Sabar ya teman-teman~) πŸ™‚

Hari ke-1
Kamis, 4 Okt 12. Menstruasi. Bagi pasien baru biasanya akan dilakukan pemeriksaan awal; ambil darah untuk pengecekan hormon LH, FSH, Prolaktin, Estradiol. Screening HbsAg, HIV, anti HCV suami dan istri. Sementara istri USG transvaginal, suami mengeluarkan sperma untuk dianalisis. Tapi ini sudah kami lakukan di LMP saya; bulan lalu. Jadi, hari ini tidak ada tindakan sama sekali. Saya kerja seperti biasa.

Hari ke-2
Jumat, 5 Okt 12. Cuti. Pagi setengah tujuh, saya bersama suami meninggalkan Sarang Semut β™₯ Selai dan satu setengah jam kemudian sampai di RS Siloam Surabaya. Jam 08:15 saya ambil darah untuk cek Estradiol lalu antri USG. Suami tidak bisa terus menemani karena doi ada pertemuan teknis dengan panitia seleksi penerimaan PPDS. Baru jam 10:30 saya USG dengan dr. Hendro.

Setelah selesai USG, suami ternyata sudah standby. Kemudian kami makan di Boncafe. Setelah itu saya mesti nongkrong di kontrakan adik ipar sedang suami ngajar. Malam jam 21:00 baru ketemu dr. Hamdani untuk konsultasi hasil pengecekan Estradiol dan penentuan dosis obat untuk menstimulasi folikel (bakal telur). Puregon 100iU/0.5 ml (tiga ampul, tiga hari).

untuk pertama kali, makan di sini πŸ™‚

Hari ke-3
Sabtu, 6 Okt 12. Saya di rumah, sendirian saja. Si suami dengan kegiatan rutinnya di Surabaya, ngajar les materi kedokteran yang saya tidak mengerti sama sekali. Sejak tahun 2005 dia nentir Biokimia dll, jadi wajar saja bila suami hapal sampai ke sudut-sudut buku Biokimia Harper setebal 700 halaman. Makanya saya julukin ‘The Harper Freak’. Haha.

Malam minggu berduaan sama Baby Hiu (panggilan sayang saya ke suami; karena dia segarang hiu-seimut bayi-plesetannya film kartun bebek Baby Huey). Setelah membersihkan diri sepulang dari pergi, jam 18:45 dia bantu saya menginjeksikan Puregon 100iU/0.5 ml di perut bawah-lurusnya puting-sisi kiri atau kanan, terserah (*gantian, dimulai dari kanan). Ouch! Beginilah rasanya disuntik suami sendiri. Bisa merengek, manja-manja, sambil megang mesra tangannya. Ahh! πŸ™‚

Hari ke-4
Minggu, 7 Okt 12. Menurut Instruksi, injeksi harus dilakukan antara pukul 18:00 sampai 20:00. Nah, jam ini merupakan jadwal Baby Hiu ngajar. Praktis saya harus bisa menginjeksi diri sendiri. Hingga pada minggu malam yang ceria, saya terpaksa menusukkan jarum suntik berisi cairan Puregon 100iU/0.5 ml ke subcutan perut kiri. Meskipun jarumnya tergolong kecil namun tetap saja buat mual dan adem panas. Big bos cuman ngamatin. Fiuh!

Hari ke-5
Senin, 8 Okt 12. Tantangan injeksi kali lebih berat. Saya harus melewatkan makan-makan pasca Monthly Operational Meeting di Kepiting Cak Gundul Pandaan. Heuheu, padahal harus banyak makan protein. Duh, jadi bingung! Mau ikut tapi kuatir ga nutut. Akhirnya saya pulang dengan lunglai. Tetapi air muka saya kembali cerah karena ada Baby Hiu di rumah. Yihaa!

Tiap kali mau suntik, selalu deg-degan. Ampun Tuan! Bos sudah pegang-pegang jarum suntik, siap menginjeksi. “Wait, sini aku saja yang nyuntik. Minta tolong rekamin aja!” pinta saya ke suami. Dan cairan Puregon 100iU/0.5 ml itu berhasil masuk di perut kanan bawah. Mungkin sedikit syok, keringat dingin seketika menyerang dan mata saya kabur. Langsung deh rebahan untuk memulihkan diri. Telapak tangan dan kaki dipegang-pegang suami, kemudian hangat lagi. Mikisi Honey :*

Hari ke-6
Selasa, 9 Okt 12. Saya cuti mendadak (pengajuan kurang dari 5 hari kerja) dan berakibat hilangnya uang kehadiran. HAHA. Hari ini harus ke RS. Siloam untuk tau perkembangan hormon. Cek Estradiol; ambil darah via lengan kiri jam 07:30. Selanjutnya seperti biasa, saya ngendon di kontrakan adik ipar, nungguin schedule konsultasi ntar malam.

Setelah antri sejam, pada pukul 19:00 saya dan suami ketemu sama dr Aucky, sekilas saja. Beliau bilang kadar Estrogen saya terlalu tinggi sehingga dosis Puregon 100iU-nya diturunkan. Kali ini injeksi Puregon 100iU/0.25 ml di perut bawah bagian kiri dibantu suster. Saya cuma bisa mlengos sambil mringis, lha wong nyuntiknya bikin cikit-cikiit. Hemhem 😐

Hari ke-7
Rabu, 10 Okt 12. Bisa dibilang bulan Oktober ini kartu presensi saya berwarna merah. Banyak bolongnya. HAHA. Saya masuk kerja, menyelesaikan tugas yang tertunda dan membereskan kerjaan untuk hari-hari mendatang. Cek ini-itu karena besok mesti cuti (lagi). Dan sudah jadi kebiasaan, injeksi Puregon 100iU/0.25 ml sisa kemarin, saya sendiri yang melakukan. Sekarang sisi kanan yaa.

Hari ke-8
Kamis, 11 Okt 12. Di pabrik tempat saya kerja ada peringatan Safety Day, tetapi saya tidak bisa mengikutinya. Sayang ya, padahal ada acara potong tumpeng segala. HAHA. Pukul 6 pagi dari Bangil kami meluncur RS Siloam. Sekitar setengah 8 sudah nyampe, antri, baru jam 10:15 di-USG transvaginal sama dokter Hendro. Hmm, betapa yang dilihat setiap hari oleh mata SpOG ini, hihi. *elus dada*

Kalau mau makan di RS. Siloam, saya prefer ke Iwake daripada Excelso atau Holland. Jelas termaktub dalam daftar menu bahwa di Iwake ada ‘nasi’. Ini penting karena saya tidak bisa kenyang sebelum makan nasi. Saya pilih lauk udang balado dan rica terong untuk brunch (pk 11:00) saya.

Malamnya ketemu sama dr. Hamdani. Sang Androlog berkata, “Untuk menyeimbangkan ukuran telur, kamu mesti diinjeksi CTT (*ini maksudnya cetrotide kali yee)”. Oke, di ruangan di sebelah pojok, saya nyuntik perut bawah bagian kiri dengan Puregon 100 iU/0.25 ml dan perut bawah bagian kanan dengan CTT. Jam 20:40 suami jemput kemudian langsung cabut.

Hari ke-9
Jumat, 12 Okt 12. Kayak ini saya yang punya pabrik, masuk enggak-masuk enggak. Hehe. Seperti tidak terjadi apa-apa pada diri saya, hari ini masuk kerja seperti biasa. Tapi apa sih yang spesial dari jarum suntik berbentuk lancip bukannya tumpul dan seorang vampir yang hunting darah via lengan bukannya leher? Gak ada kan? πŸ˜€ πŸ˜€

Di IST-pun, kegiatan First Aid Training dan Donor Darah yang saya ikuti juga tergolong membosankan. Better saya skip cerita ini. Di rumah, usai nonton serial The Big Bang Theory di Warner TV, saya injeksi Puregon 100iU/0.25 ml dan CTT sendiri.

jarum suntik seimut marmut

Hari ke-10
Sabtu, 13 Okt 12.Β It’s gonna be a loong day!”Β Weekend sih biasanya pergi ke mall, nah ini ke rumah sakit.Β Huft!Β 

06:23 Heading RS Siloam dari Sarang Semut β™₯ Selai. Catatan berat badan saya adalah 42.6 kg

07:43 Tangan kiri sudah dienjus, ga jadi diambil darahnya. Terlalu sering disuntik jadi bengkak dan biru-biru. Oalaah 😦 Beralih ke lengan kanan. Lancar dan gak sakit. Siplah!

11:00 USG transvaginal oleh dokter Hendro.

11:30 Makan siang opor ayam dan teri di Iwake. Sinyal internet gak oke di sekitaran CF, Lobi dan Iwake. Saya mati gaya makan sendiri, membunuh waktu juga tak ada yang menemani. Ini si Baby Hiu kemana ya? Oh iya, dia ngajar sampai jam satu-an.

12:45 Ketemu dr. Aucky. Beliau bilang telur saya berjumlah 11, berukuran rata-rata 10mm. Tapi ada satu yang besar dan mau pecah. (Ini saya ngeri dengarnya. Memangnya kenapa kalau ada yang pecah?) Akhirnya nanti malam harus suntik pecah telur. Baru senin proses ovum pick up (OPU). Jedarr!

18:45 Tanda tangan surat sanggup.

19:50 Ditensi oleh suster, 110/70 mmHg kemudian injeksi Pregnyl di pantat kiri. Bagaimana rasanya? “Nyut! Nyuuut!”

20:50 Pulang ke Bangil lewat tol Mayjend Sungkono.

21:15 Makan nasi penyet komplit di tol; Pitstop KM 26.

23:00 Nyampe rumah -_____-

Hari ke-11
Minggu, 14 Okt 12. Ragam obat suntik yang masuk ke tubuh efeknya luar biasa, perut sering kram, payudara terasa kencang dan puting jadi mengeras. Saat bercermin di suatu pagi dihari minggu, saya mendapati perut bawah bagian kiri berwarna kebiru-biruan. HematomeΒ  kena jarum suntik waktu saya injeksi Puregon yang terakhir pasti. Ugh! Kalau hari ini sih tidak ada acara suntik-suntikan. Saya cuma mesti puasa mulai ntar jam 11 malam.

*

Btw, sebaiknya kita istirahat dulu ya. Ambil-buang nafas dulu gitu sambil minum kopi di pantry. Kalo saya sih mau makan bakso. Ntar critanya disambung lagi. Perasaan pra-OPU, lihat detilnya di sini.

 

Salam,

Mia

Advertisements

6 thoughts on “[IVF] day by day #1

  1. mba nanya ya, biaya ivf di siloam sby brp? kl gagal ada kompensasi percobaan ivf lagikah? kl d mba, penyebab gagalnya ivf apa ya? sblmnya thanks

  2. Biaya tergantung case (misal, bila stimulasi folikel kurang berkembang dengan Puregon 100iu/0.5 ml maka dosisnya pasti akan ditambah, tentu berbanding lurus dg biaya). Ada diskon khusus untuk tenaga medis. Sekitar 20-40an juta. Kalo gagal tidak ada kompensasi apapun. Mereka tidak bertanggung jawab atas hasil. Kalau saya, penyebab kegagalan apa ya? Haha, kagak tau >.< Belum sempat nanya uda down duluan. Saya kira karena perkembangan embrio yg kurang bagus sehingga blastocyst dan morula-nya enggan nempel (*sotoy kaan :p)

  3. ough..deritamu cinnn tiada tara..demi cita cita mulia mjd seorang ibu. semangat yaa..keep strong babe, trust me..GOD has prepared something special for you!

  4. Mau nanya nih, kalau misalkan sperma suami yg bermasalah. Maka lebih bagus & berhasil pengobatan nya utk suami aku, pake dr aucky atau dr hamdani ya??
    Need info pleasee. Thankss.

    1. Kalo di Siloam, yang nangani problematika kita kedua androlog itu. Mereka satu tim jadi gak bisa milih. Meski Dokter Aucky lebih senior ketimbang drHamdani, tapi resume medis kita dikeep sama keduanya. Saling cover.
      Masalah keberhasilan program, tidak ditentukan dari siapa dokter yang handle, lebih ke faktor ‘luck’ sih kalo boleh kubilang, heheh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s