ovum pick up #1

Terkadang, pikiran sendirilah yang justru menyakiti..

Minggu, 14 Oktober 2012

Begitu mendapat informasi dari dr. Aucky Hinting, kemarin pukul 13:00 WIB, mengenai jadwal OPU yang akan dilakukan Senin, 15 Oktober 2012 jam 6 pagi, perasaan jadi tak menentu. Warna hati berubah menjadi abu-abu tak ubahnya langit Surabaya yang memendung.

Ditambah kondisi fisik yang sepertinya berantakan. Ini saya kelamaan berada di garis antrian untuk USG transvaginal dan konsul dokter sih! Bayangkan saja, duduk meski di kursi empuk, dari jam 8 pagi standby di RS Siloam sampai jam satu siang. Tanpa ada kejelasan, kapan tiba giliran saya USG (ternyata jam 11:00 oleh dr Hendro sang SpOG).

Belum lagi tubuh yang memberikan tanda-tanda selayaknya wanita mau mens yaitu payudara terasa kencang dan puting mencuat kayak mau copot. Plus perut seolah ada yang nonjok-nonjok samar. Saya mengira ini karena injeksi hormon sehingga membuat pertumbuhan sel telur makin banyak dan membesar.

Sejak awal mengikuti program IVF, padahal sudah ‘diaban-abani’ kalau bagian yang paling menyakitkan bukan injeksi puregon di perut kanan/kiri tiap hari, bukan USG transvaginal atau suntik pecah telur dengan pregnyl di pantat melainkan saat OPU! Dokter bersama timnya akan kasi anastesi lokal tapi tak memberikan perlindungan terhadap rasa sakit secara menyeluruh. Kita pasti tetap merasakan nyeri ketika jarum khusus OPU menembus ovum. Mestinya sudah siap dong menghadapinya. Tapii, sepertinya masih juga gentar saat harus melangkahkan kaki kkkke Ssssiloamm.

Semakin mendekati hari H, berasa ingin jalan di tempat. Atau berlari menjauh, bukan maju. Kepala makin nyut-nyutan. Saya seperti pesakitan yang hendak menjalani hukuman gantung, besok. Selera makan menghilang. Kegiatan bersih-bersih rumah dan setrika baju-baju seharian sebagai pengalih pikiran tak mengurangi beban.

Segala kegalauan yang saya rasakan sampai muncul dalam mimpi. Tuh kan! Mimpinya seperti ini. Di dalam ruang tertutup yang dingin, ada empat orang mengenakan penutup kepala dan masker mengerubungi saya. Satu diantarnya memegang pisau kecil mirip pencukur alis. Dia menunjukkannya ke saya sambil berkata, “Kita akan butuh ini untuk membelah telurnya agar mudah disedot.”

Hiii, ngeriii >.<

Besok akan ada 6 orang yang akan OPU. Ada Mbak Febi dan Mbak Ana yang saya kenal. Keduanya sama-sama bersuami bule. Mbak Febi yang orang Padang asal suaminya dari Australia. Kalo suami Mbak Ana asalnya dari Swis. Dia sendiri dari Kalimantan. Saya akan tanya perasaan mereka dengan mengirimkan sms ah.. SMS-nya akan saya tulis begini:

"Mbak, membayangkan OPU besok, aku deg-degan setengah mati nih! Semalam sampai mimpi-mimpi segala. Haha :'D | perlu cukur bulu kemaluan dulu kagak? LOL"

Hmmhm..

Doakan tidak terjadi apa-apa sama saya ya?! Maksudnya, semoga proses OPU tidak sesakit pikiran maya saya. Meski susah, saya akan mencoba membayangkan yang indah-indah.

Salam,
Mia

Advertisements

6 thoughts on “ovum pick up #1

  1. mba mia bisa share pengalaman OPU nya please…krna sy jg mau OPU besok..
    udah stress duluan kebayang sakitnya…

  2. mbak mia,
    saya lagi mempertimbangkan opsi untuk ikut program bayi tabung. tapi dari yang saya baca dari internet, banyak yang bilang sakit sekali. katanya kayak perut diacak2. saya orangnya penakut banget,mbak. apa memang ada rasa sakit pas OPU?thx

    1. Dear mbak Nola,

      Jangan gentar sama bahasan internet ah. Lah wong juga belum maju, masak mau nyerah. Sakit-sedang-sampai sakit sekali itu memang tergantung sama resilience (daya tahan terhadap stres) masing-masing orang. Ada pribadi yang memang begitu lebai menafsirkan sesuatu, ada yang enggak toh?!

      Nah, kebetulan saya tipe orang yang –katakanlah- gak lebailebai amat, maka percaya deh sama saya. Gak ada yang perlu ditakuti demi buah hati yang memang patut untuk diperjuangkan. Mendingan ‘dapat’ pengetahuan yang menenangkan pikiran daripada kelimpungan merasa sakit sendiri πŸ™‚

      “Danger is very real, FEAR is a choice.” –After Earth

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s