maafkan saya. please, peace.

Hati saya gundah, dipenuhi perasaan bersalah.

Gara-garanya, saya tidak pernah melakukan hal semacam ini sebelumnya. Apalagi kepada seorang pria yang menjadi atasan saya.

Bahkan atasan saya ini sudah berkeluarga.

 

Saya sampai membayangkan, betapa kurang ajarnya saya, bila sampai mengganggu hubungan kerja dan (mungkin) rumah tangganya. Rutinitas yang semula dilakukan secara wajar dan monoton, dapat menjadi suatu hal yang berbeda. Segala gerak-gerik terasa bagai ber-pantomim; patah-patah. Bagaimana jika membuat atasan dan pasangan bercerai?

 

Saat itu.

Ada sih rasa canggung. Tapi akhirnya saya memberanikan diri.

Via surel saya katakan:

 

Dear Sacho

 

February 14, 2012 :: Tanjoubi omedetou gozaimasu.

 

Best Regards,

Mia

 

Sent : February 16, 2012 at 5.01 PM

Kemudian saya pulang kerja. Seperti tidak terjadi apa-apa.

 

Terima kasih (*tanpa titik)

 

Begini kata beliau.

Sent : February 16, 2012 at 5.43 PM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s