poison fb

Juli lalu, masih 2010. Melalui facebook saya memberi ucapan selamat ulang tahun kepada seorang teman. Dan ucapan selamat saya itu begini:

“Hm, tdk mau ketinggalan..slmt ulg thn umu drku.smg allah swt mengabulkan semua keinginan dan harapan.makin bijaksana,tdk egois,tdk sombong n tdk tkbur.syg klrga pasuruan.dberi usia yg barokah..”

Saya terkejut bukan main ketika reaksinya di luar dugaan. Dia menghapus komen saya hingga pada akhirnya me-remove saya dari akunnya.

Saya sempat mengkonfirmasi–sebelum kami tak berteman lagi–tentang apa yang terjadi dengan atensi saya kepadanya pada hari yang notabene dinanti setahun sekali. Menurutnya, kata-kata saya itu bernada menyindir atau sesuatu seperti itu. Dia berkata demikian:

“Maaf ya mia…menurutku itu bukan ucapan selamat tp lebih ke nyindir ato sebangsanya…maaf ya kalo km krg berkenan dengan kondisiku yang sekarang. Yang jelas aq ga prnh benci kamu maupun kluarga pasuruan.”

Kondisinya sekarang yang seperti apa maksudnya, yang mungkin membuat saya tidak berkenan? Apakah iya waktu itu niat saya untuk menyindirnya? Kalau tidak pernah membenci saya mengapa menghapus akun saya dari friendlistnya? Apakah itu menjadi berarti: dia membenci saya sekarang?

Sampai beberapa waktu saya merenung dan bertanya dalam hati, mengapa dia mempersepsikan kalimat saya sedemikian rupa? Apa yang salah dengan kata-kata itu? Berbagai kalimat bertanda-tanya, seperti setrika di kepala saya. Tak berhenti mondar-mandir. Hingga dua hari kemudian, teman saya yang lain (sebut saja F) juga sedang berulang tahun.

Karena cukup membekas di benak dan di otak, kalimat-kalimat tadi saya salin ke wall F. Ingin tahu reaksinya. Apa F juga reaktif? Hm, hoho. Ada orang ke-tiga (selain antara saya dan F) yang urun rembug; nimbrung di wall saya. Bahkan meng-idem-kan apa yang saya ucapkan.

poison fb
tulus kata menuai luka

Saya jadi seperti anak kecil yang permennya diambil, yang balonnya dikutil. Mulut saya menganga dan tak bisa bicara. Terlalu dewasa untuk mengeluarkan air mata. Lagipula, apalah guna meneteskannya.

Ok, sekarang saya penasaran. Letak salahnya di mana? Hal ini yang sebenarnya ingin saya telaah. Tapi bingung mulainya dari mana hingga tiga bulan berlalu sejak kejadian itu. Terlewat Ramadhan dan Lebaran tapi ia juga tak mau memafkan.

– Mungkin ngapuro tapi bukan berarti menjadikan saya temannya lagi

– Mungkin enggan menjilat ludah yang terbuang

– Mungkin too hurt to heal

Atau masih banyak kemungkinan yang lain. Dan sekali lagi, mungkin…sampean-sampean yang berada di somewhere outhere bisa bantu saya.

“Jangan musuhi saya, please…!”

PS. Bukan mencari dukungan dsb, saya hanya curhat. Tidak perlu menjawab pertanyaan retoris saya. Dengan menuliskannya, saya ingin teman-teman berhati-hati dengan mainan ini. Bukannya silaturrahmi, facebook jadi bisa memicu perpecahan, membelah konsentrasi, menyebabkan kecemburuan dan hal-hal kurang baik lainnya. Bila saya melakukan salah, minta tolong Anda mau mengingatkan. Saya ini orangnya tengil soalnya 😉 Mengenai teman yang hilang, Ya Sudahlah! Mati satu tumbuh seribu..


Advertisements

4 thoughts on “poison fb

  1. hehe… ya ampun cuma dikasih ucapan gitu aja sampe di remove. anaknya gak gaul kali… 🙂
    aku dulu juga pernah tau2 diremove sama friend ku, padahal nggak ngapa2in (boro2 nulis di wallnya dia). sakit hati aku… hehe… sekarang dia add lagi, tapi ku ignore. 😛 iya facebook kadang malah bikin rusuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s