pilihan pembatal puasa: ENAK vs SEHAT

Pada hari pertama puasa sudah ada salah seorang karyawan yang bertanya pada saya:

RB: “Mbak, buka puasa tahunan-nya diadakan di mana?”

Rupanya dia mewakili teman yang lain untuk mengajukan pertanyaan ini. Jawab saya kala itu,

JK: “Belum ada keputusan. Tunggu, nanti pasti ada pemberitahuan dari PGA.”

RB: “Jangan jauh-jauh mbak.”

JK: “Kenapa?”

RB: “Capek. Masak Isya baru makan.”

JK: “Hehe..”

Kemampuan karyawan untuk bisa terbuka secara tulisan kadangkala sulit dilakukan. Selain repot, mungkin mereka enggan capek-capek menuangkan aspirasinya secara formal dengan gaya bahasa yang tentunya juga formal. Suggestion Form kami jadi tidak bisa berfungsi dengan baik. Padahal maksud dibuatkannya form tersebut adalah sebagai media penyaluran ide/pendapat/uneg-uneg dalam wacana profesionalisme kerja yang kemudian dapat dijadikan dasar pembuatan kebijakan. Mereka tahu akan hal itu karena sudah disosialisasikan.

Saya bisa menangkap dari keluh kesah RB, bahwa mungkinkah bisa dilakukan buka bersama tahunan tapi tanpa lintas kota? Yang letak rumah makannya itu tidak terlalu jauh, begitu. Sekitaran Pasuruan saja. Selain membuang-buang waktu, bisa dipastikan acara seperti itu juga membuang-buang uang (membuang uang secara percuma; eman, sayang). Juga ketika santapan berbukanya baru bisa dimakan terlambat. Makan tidak pada waktunya membuat sebagian orang mempunyai tingkat stres tertentu yang dapat menyebabkan sakit kepala dan nyeri lambungL

Sebenarnya saya kurang setuju dengan konsep buka puasa bersama tahunan perusahaan tercinta. Ada satu hari bisa makan ENAK sebagai menu berbuka dari sekian hari berpuasa. Menghabiskan dana tertentu dalam satu waktu. Dan makanan enak (menu spesial) itu pastilah sebanding dengan harganya. Selama dua tahun bekerja di IST saya selalu mengikuti acara makan all you can eat. Tahun 2008 di Hanamasa, 2009 di Hotel J.W Marriot dan untuk tahun ini di Hanamasa lagi. Bedanya, Hanamasa yang ini bertempat di pusat perbelanjaan sehingga kami dapat meluangkan waktu sejenak untuk berbelanja atau setidaknya window shopping mengingat keterbatasan waktu.

Dengan harga, katakanlah Rp. 102.850* untuk makan dan Rp. 25.000 untuk transportasi, maka bagi saya nilai sekian ini kurang worth it. Tentunya lifestyle-lah yang saya beli. Padahal, saya bisa sepuluh kali mendapatkan makanan SEHAT dengan jumlah uang sekian. Bagi teman-teman pria-yang notabene punya kapasitas menampung makanan lebih besar ketimbang perempuan-pun demikian, akan menjadi kurang bijaksana apabila mereka benar-benar memanfaatkan ‘dapat makan sepuasnya’ itu dan bersikap berlebihan.

Belum lagi kesenjangan/kecemburuan sosial yang mungkin saja terjadi pada karyawan subcont yang memang sama-sama mengabdikan diri; bekerja untuk IST. Dimana mereka tidak disertakan dalam acara buber tersebut.  Hal ini juga perlu dipikirkan dalam langkah pengambilan keputusan. Manajemen memang berbeda, dan kebijakan mengenai kesejahteraan karyawan juga tidak sama. Tapi tidak bisakah hanya berkaitan dengan kesejahteraan dalam koridor intern? Kuatir mereka ini bekerja untuk IST tidak dengan sepenuh hati. Sudah bagus IST mengikutsertakan mereka dalam acara Family Day (2009, 2010) dan Family Gathering (Rafting Songa 2010). Apakah mungkin moment yang ini keselip?

Memang selama bulan puasa, natura yang biasa diberikan karyawan berupa nasi-lauk-sayur-buah itu berganti kue-kurma-buah-teh kemasan tetrapack sebagai ta’jil. Menurut pengalaman, suplier catering memang agak kesulitan membuat paket ta’jil yang setara dengan menu makan hari biasa. Dengan berbagai alasan seperti harga bahan pokok meningkat, packaging, dsb. Menurut saya, alangkah baiknya bila budget natura di bulan puasa bisa lebih spesial. Dana makan-makan sehari tadi dikonversikan ke nilai ta’jil harian. Menu kue bisa lebih bervariasi dan dengan jumlah tertentu yang bisa menjadi oleh-oleh keluarga di rumah sepulang kerja pada saat berbuka puasa.

* Harga menu paket all you can eat & drink Hanamasa 2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s