bermain-main ke sawah yuk!

Saya akan bercerita tentang pengalaman pribadi. Mengenai orang tua yang mengajarkan banyak hal kepada saya.

Bersyukur sekali tempat ini masih ada dan dapat menjadi sumber inspirasi. Sangat berkesan dan baik untuk dikenang. Juga membawa begitu besar pengalaman akan cinta dan pengetahuan.

Saya teringat kenangan masa kecil dimana orang tua selalu mengajak saya dan dua adik jalan-jalan ke sawah ini. Bermain-main di sini. Selepas sholat shubuh, kami berangkat. Letaknya tak jauh dari rumah. Hanya 500 meter saja.

Hamparan sawah nan hijau membentang masih diselimuti kabut. Gunung-gunung di kejauhan tinggi menjulang. Ada dalam ingatan bahwa tampilan itu laksana raksasa sedang tidur. Udara pagi terasa sangat bersih.

Saat jaket yang saya kenakan tidak bisa menyembunyikan tangan saya dari dingin, ayah berhenti dan menggosok-gosok telapak tangan saya dengan telapak tangannya. Saya bertanya, “Mengapa ayah melakukannya?” Kemudian ayah berkata : “Diam dan rasakan.” Tak lama beliau bertanya, “Apa kamu merasakan sesuatu?” Saya mengangguk.

Telapak tangan saya berubah hangat. Sambil meneruskan perjalanan ayah tak hentinya berbicara mengenai gaya gesekan yang mampu menciptakan panas. Demikian juga dengan aktivitas menggigil yang merupakan upaya tubuh untuk menghangatkan diri.

Kala itu, saya begitu penasaran dengan ibu-bapak yang berjajar, berjalan di pematang sawah. “Siapakah mereka?” Ibu lantas menjawab, “Mereka itu petani. Merekalah yang berjasa hingga kita bisa makan nasi setiap hari.” “Siapa petani?” tanya saya kembali. “Petani adalah orang yang mata pencahariannya bercocok tanam. Dalam hal ini menanam padi,” jawab ibu dengan sabar.

Banyak hal lain yang saya dapatkan dari dua jam perjalanan kami. Saya merasakan hangatnya matahari pagi dimana sinarnya berwarna kuning keemasan dan menyilaukan. Bahwa sang mentari terbit dari timur dan nantinya akan tenggelam di sebelah barat. Burung-burung berwarna putih bergerombol terbang ke sana kemari. Tanaman Putri Malu yang ‘tidur’ saat saya sentuh. Telapak kaki saya yang basah karena embun.

Hamparan sawah berwarna hijau menyejukkan mata. Pun ketika sawah hijau itu berubah menjadi coklat. Ada orang-orangan sawah berada di tengahnya. Saya akhirnya tahu bahwa fungsinya sebagai penghalau burung pemangsa padi. Sebagai tanda sang petani akan menuai hasil jerih payahnya tak lama lagi. Suatu pengalaman saya yang kaya di perjalanan hari minggu kami yang lain.

Jadi alangkah baiknya bila di hari libur, orang tua mengajak anak-anak mereka bermain di sawah/ladang terdekat. Menikmati alam dan belajar banyak hal dari keingintahuan mereka. Untuk mengatasi kebosanan, bisa juga disiapkan bekal untuk sarapan pagi (semacam piknik).

hijau mataku karena sesuatu
para dewi sri
Advertisements

2 thoughts on “bermain-main ke sawah yuk!

  1. pasti pengalaman itu sangat menyenangkan!
    ingatanku tentang sore dan sawah adl ketika menyelinap-menyusup ‘galengan’ demi mendapatkan segenggam tanaman padi siap panen sebagai bahan ketrampilan di sekolah 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s